Tanjungpinang, mejaredaksi – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau bergerak cepat mengantisipasi lonjakan arus mudik Lebaran 2026. Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, secara resmi meminta tambahan armada kapal penyeberangan dan kapal patroli laut dari Kementerian Perhubungan RI guna menjaga kelancaran transportasi laut.
Permohonan tersebut disampaikan melalui surat resmi tertanggal 16 Maret 2026 yang ditujukan kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Laut serta Direktorat Jenderal Perhubungan Darat.
Langkah ini diambil setelah pemerintah daerah memprediksi puncak arus mudik akan terjadi pada 18 hingga 19 Maret 2026, khususnya pada jalur penyeberangan Telaga Punggur Batam – Kuala Tungkal, Jambi yang selama ini menjadi salah satu rute favorit pemudik.
Dalam suratnya, Gubernur Ansar meminta dukungan penambahan armada kapal KPLP Sarutama yang saat ini berada di Pangkalan Tanjunguban untuk diperbantukan di jalur tersebut. Kehadiran kapal tambahan diharapkan dapat mengurai kepadatan penumpang sekaligus memperkuat pengawasan keselamatan pelayaran.
“Dukungan penambahan armada KPLP ini diharapkan dapat membantu mengurangi kepadatan penumpang serta memastikan pelayanan transportasi laut tetap aman, tertib, dan lancar,” kata Ansar di Tanjungpinang, Senin (16/3/2026).
Selain kapal KPLP, Pemprov Kepri juga mengajukan pengoperasian kapal penyeberangan KMP Burang untuk membantu mengangkut penumpang selama puncak arus mudik dan arus balik nanti.
Menurut Ansar, tambahan armada tersebut sangat penting untuk menjamin keselamatan serta kenyamanan masyarakat yang akan melakukan perjalanan melalui jalur laut.
Upaya ini juga telah dikoordinasikan dengan KSOP Batam serta Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kepulauan Riau agar kesiapan operasional di lapangan dapat berjalan optimal.
Tak hanya itu, pemerintah daerah juga menggandeng unsur keamanan untuk mendukung kelancaran arus mudik.
“Kami juga telah meminta dukungan dari TNI dan Polri agar pengamanan serta pengawasan selama arus mudik dapat berjalan maksimal,” ujarnya.
Dengan tambahan armada serta penguatan pengamanan, pemerintah berharap arus mudik melalui jalur laut di wilayah Kepulauan Riau dapat berlangsung lancar tanpa menimbulkan penumpukan penumpang di pelabuhan.









