Tanjungpinang, mejaredaksi – Jumlah penumpang di Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF), Tanjungpinang, Kepri, mengalami lonjakan signifikan meski status bandara berubah dari internasional menjadi domestik sejak awal 2024.
Hingga awal November 2024, Bandara RHF tercatat melayani 224.413 penumpang, dengan 113.950 orang tiba dan 110.463 orang berangkat.
Peningkatan ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 18% dibandingkan tahun lalu, ketika Bandara RHF masih berstatus internasional dan hanya melayani 189.446 penumpang.
Kepala Departemen Keamanan dan Layanan Bandara Angkasa Pura Tanjungpinang, Rudy Sudrajat menjelaskan bahwa lonjakan penumpang ini dipicu oleh berbagai faktor, seperti kegiatan besar di Pulau Bintan, termasuk Mandiri Bintan Marathon, serta momen libur tahunan seperti Imlek, Idul Fitri, dan libur sekolah.
“Sebagian besar penumpang datang dari Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, sementara sebagian kecil dari Kabupaten Anambas dan Lingga. Rata-rata, ada tiga penerbangan harian menuju Jakarta dan satu penerbangan antar pulau,” ujar Rudy, Minggu (10/11/2024).
Bandara RHF sebelumnya berstatus internasional, status tersebut berubah menjadi domestik berdasarkan Putusan Menteri Perhubungan Nomor 31 Tahun 2024. Kini, Bandara Hang Nadim di Batam menjadi satu-satunya bandara internasional di Provinsi Kepri.
Walaupun tidak ada penerbangan internasional saat ini, Rudy menegaskan bahwa Bandara RHF siap kembali beradaptasi jika status internasional diberlakukan lagi.
Penulis: Ismail | Editor: Andri






