
Bintan, MR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan telah memulai vaksinasi Covid-19 untuk anak berusia 12 – 17 tahun, tahap awal ini diberikan kepada 400 penerima yang di pusatkan di halaman Kantor Kecamatan Gunung Kijang, Kawal, Bintan, Jumat (2/7/2021).
Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad yang didampingi Wakil Bupati (Wabub) Kabupaten Bintan, Robby Kurniawan meninjau langsung vaksinasi tersebut, terlihat memberikan semangat kepada anak-anak yang sedang mengantri. Terlihat juga TNI dan Polri ikut membantu anak usia sekolah dalam mengingatkan Protokol Kesehatan ( Prokes).
Dikesempatan tersebut, Ansar mengatakan vaksinasi bagi anak usia sekolah ini perdana di Provinsi Kepri yakni di Kabupaten Bintan. Namun secara resmi, launching vaksinasi anak usia 12-17 tahun, akan digelar di Kabupaten Natuna pada Selasa (6/7/2021) pekan depan.
Dikatakan Ansar, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan serta Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kepri. Sehingga diketahui jumlah total, anak usia 12-17 tahun di Provinsi Kepri sebanyak 227.000 lebih.
“Jumlah tersebut terdiri dari anak-anak sekolah, mungkin juga ada yang tidak bersekolah. Untuk ini kita sudah petakan dan jadwalkan, jika diperlukan tambahan tenaga vaksinator akan kita siapkan, agar tidak menggangu vaksinator lainnya untuk vaksinasi umum,” pungkasnya.
Ditempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bintan, dr Gama AF Isnaeni mengatakan untuk yang divaksin hari ini, siswa siswi tingkat SMP/SMA yang terdekat di daerah Kecamatan Gunung Kijang. Pihaknya menargetkan sebanyak 400 penerima untuk hari pertama ini.
“Untuk jumlah total anak usia sekolah di Bintan kita terus mendatanya. Berkoordinasi dengan dinas pendidikan, Kemenag Bintan dan pihak pondok pesantren. Sehingga kami juga menghimbau kepada orang tua tidak perlu takut anaknya di vaksin, karena vaksin aman dan halal,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu penerima vaksin, Yuka Mutaher merupakan siswa kelas 12 SMK mengatakan ikut divaksin tersebut tidak ada paksaan dari orang tuanya. Ia meyakinkan, ikut divaksin karena kemauannya sendiri.
“Tidak ada paksaan, mau di vaksin karena ingin sehat saja. Tadi di suntik tidak sakit kok, kayak di gigit semut,” ujar Yuka sambil memperlihatkan lengannya sehabis di vaksin. Bar






