Bintan Raih Sertifikat Eliminasi Malaria dari Kemenkes RI

Bintan,mejaredaksi – Pemerintah Kabupaten Bintan resmi menerima sertifikat eliminasi malaria dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sebagai bentuk pengakuan atas keberhasilan pemerintah daerah mengendalikan dan menurunkan kasus malaria hingga memenuhi standar nasional.

Sertifikat tersebut diserahkan oleh Wakil Menteri Kesehatan RI, Dante Saksono Harbuwono kepada Wakil Bupati Bintan, Deby Maryanti, pada puncak peringatan Hari Malaria Sedunia Tahun 2026 di Auditorium Siwabessy, Kementerian Kesehatan RI, Jakarta Selatan, Selasa (28/7/2026).

“Data terakhir mencatat 414 kabupaten/kota berhasil mencapai eliminasi malaria. Semua kerja keras ini tidak terlepas dari partisipasi masyarakat yang menjadi indikator penting dalam setiap langkahnya,” kata Dante.

Penghargaan yang diterima Kabupaten Bintan merupakan hasil penilaian terhadap upaya pengendalian malaria sepanjang 2022 hingga 2025. Pemerintah daerah dinilai berhasil memenuhi indikator eliminasi malaria sesuai target nasional menuju Indonesia bebas malaria pada 2030.

Deby Maryanti mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi tenaga kesehatan, pemerintah desa dan kelurahan, serta masyarakat dalam menjaga lingkungan agar tetap bebas dari penyebaran malaria.

“Sertifikat ini menjadi motivasi bagi kami untuk tetap waspada dan konsisten dalam upaya pencegahan penyakit, khususnya malaria,” ujarnya.

Menurut Deby, keberhasilan tersebut tidak membuat pemerintah daerah lengah. Pemkab Bintan akan terus memperkuat edukasi masyarakat, meningkatkan pengawasan, serta melakukan intervensi cepat apabila ditemukan potensi penyebaran malaria.

Langkah tersebut diharapkan mampu mempertahankan status eliminasi malaria sekaligus mewujudkan target zero malaria di Kabupaten Bintan.

“Upaya-upaya yang telah dilakukan akan terus diperkuat agar Bintan benar-benar berada dalam kondisi zero malaria dan mampu menjaga stabilitas kesehatan masyarakat,” katanya.

Wamenkes Dante juga mengingatkan bahwa keberhasilan eliminasi malaria harus diikuti komitmen seluruh daerah dalam menjaga konsistensi pengendalian penyakit agar target Indonesia bebas malaria pada 2030 dapat tercapai.

“Sinergi pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat menjadi kunci untuk memutus mata rantai malaria hingga ke pelosok negeri,” tutup Dante.