Tanjungpinang,mejaredaksi – Pencarian kasus tuberkulosis (TBC) di Kota Tanjungpinang baru mencapai 24 persen dari proyeksi Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
Hingga September 2026, Dinas Kesehatan (Dinkes) Tanjungpinang telah menemukan 457 kasus dari proyeksi 1.800 kasus dalam satu tahun.
Kepala Dinkes Tanjungpinang, Rustam, mengatakan angka 1.800 kasus tersebut merupakan perkiraan dari Kemenkes yang menjadi acuan dalam pencarian kasus TBC di daerah.
“Itu perkiraan, dari kementerian itu di Tanjungpinang ditargetkan temukan 1.800 kasus dalam setahun,”ucapnya Jumat (12/9/2025).
Pencarian dilakukan melalui pemeriksaan TBC, pengambilan dahak hingga pemeriksaan rontgen. Kegiatan menyasar 87 lokus dengan target 100 orang di setiap lokus.
Menurutnya, temuan 457 kasus tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mengejar proyeksi yang telah ditetapkan. Pemeriksaan juga dilakukan bersamaan dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG).
“Kita disuruh mencari, alhamdulillah kita sudah 24 persen,” katanya.
Dalam pelaksanaannya, Dinkes melibatkan puskesmas, kecamatan, kelurahan, kader, tokoh masyarakat serta sejumlah pihak terkait.
Pelibatan berbagai unsur tersebut dilakukan untuk memperluas pencarian hingga ke lingkungan masyarakat.
Pemko Tanjungpinang juga memperkenalkan Gerakan Antar Warga Periksa Tuberkulosis atau Gasak TBC.
Gerakan ini ditujukan untuk mendorong masyarakat agar tidak menunggu gejala semakin parah untuk melakukan pemeriksaan.
Ia menegaskan pencarian kasus perlu terus diperluas agar masyarakat yang terpapar TBC dapat segera diketahui dan mendapatkan penanganan.
“Harapannya, semakin banyak yang kita temukan, semakin cepat juga kita obati dan kita putus mata rantai penularannya,” pungkasnya.






