Kabut Asap Kiriman Makin Parah, Gubernur Ansar Izinkan Sekolah Belajar dari Rumah

Tanjungpinang,mejaredaksi – Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad meminta sekolah menyesuaikan kegiatan belajar mengajar dengan kondisi kabut asap di masing-masing daerah, termasuk menerapkan pembelajaran dari rumah jika asap semakin parah.

Ia menyampaikan hal tersebut menyusul kabut asap kiriman dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Sumatra dan Kalimantan yang mulai berdampak terhadap kualitas udara di Kepri dalam dua pekan terakhir.

Menurutnya, sekolah di daerah dengan tingkat kabut asap tinggi dapat mempertimbangkan pelaksanaan pembelajaran dari rumah sesuai kondisi dan kebijakan masing-masing.

“Kalau asap kiriman tidak bisa kita hindari, minimal dorong masyarakat menggunakan masker. Mana-mana yang kira-kira daerah dengan tingkat asapnya tinggi dan mungkin melaksanakan kegiatan sekolah di rumah masing-masing, ya silakan dengan kebijakannya,” ucapnya, Senin (14/9/2026).

Ia tidak meminta seluruh sekolah di Kepri menerapkan pembelajaran dari rumah. Kebijakan tersebut disesuaikan dengan tingkat keparahan kabut asap di masing-masing wilayah.

Selain kegiatan sekolah, Ia juga mengingatkan masyarakat untuk menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan. Anak-anak sekolah menjadi salah satu kelompok yang perlu mendapat perhatian di tengah kondisi udara yang terdampak asap.

“Minimal dorong masyarakat menggunakan masker,” tegasnya.
Pemerintah daerah juga diminta memperhatikan perkembangan kondisi kabut asap sebelum menentukan langkah yang diperlukan, khususnya bagi wilayah yang mengalami dampak lebih tinggi.

Ia menilai penyesuaian kegiatan belajar menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan apabila kondisi kabut asap sudah mengganggu aktivitas masyarakat dan siswa.

“Mana-mana yang kira-kira daerah dengan tingkat asapnya tinggi dan mungkin melaksanakan kegiatan sekolah di rumah masing-masing, ya silakan dengan kebijakannya,” pungkasnya.