
Tanjungpinang, MR– Bisnis kuliner khas Yogjakarta kini semakin menjamur di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Beberapa kuliner khas Yogyakarta yang sudah tidak asing diantaranya gudeg, bakmi jawa dan nasi kucing atau yang populer disebut Angkringan.
Beberapa kuliner khas Yogjakarta tersebut, saat ini yang paling populer dan menjanjikan Cuan (Keuntungan) adalah kuliner nasi kucing/angkringan.
Yanto yang lebih dikenal dengan sebutan Pakde, salah seorang pemilik angkringan di Jl. Gatot Subroto Tanjungpinang menuturkan, bisnis angkringan yang digelutinya sejak tahun 2010, awalnya belum sepopuler sekarang ini.

Awalnya pria berusia 50 tahun itu memulai bisnis angkringan bermodalkan lapak kecil dengan hanya menyiapkan 1 meja untuk pelanggan.
“Dulu masih sepi, cuma 1 meja saja,” ujar Pakde, ditemui di lapak angkringannya, Sabtu (18/2/2023) malam.
Seiring berjalannya waktu, pria asal Solo yang merantau ke Tanjungpinang pada tahun 2001 itu menceritakan latar belakang menekuni bisnis kuliner angkringan. Sulitnya mendapatkan kerja tetap akhirnya Pakde mencoba membuka angkringan kecil-kecilan.
“Sebelumnya kerja serabutan, ngojek, kerja bangunan, jual kelapa muda,” ujarnya.
Bisnis angkringan yang tekuni Pakde mulai ramai pengunjung sejak tahun 2015. Di tahun itu warung angkringan pun mulai banyak bermunculan. Persaingan bisnis angkringan itulah yang akhirnya membuat Pakde berbenah, memperbesar lapak warungnya serta menambah menu angkringan dengan berbagai variasi makanan.
“Pelan-pelan makin ramai, jualannya ditambah, variasi makanan dibanyakin, pelayanan juga ada wifi,” sebutnya dengan tersenyum sambil membakar aneka sate khas Angkringan yang kini dipanggang menggunakan kompor khusus berbahan bakar gas elpiji.
Diungkapkannya, dari bisnis kuliner khas Yogjakarta ini, bisa menopang hidup keluarganya. Per hari keuntungan bersih yang diperoleh berkisar antara Rp 700 ribu hingga Rp 1 juta.
“Kalau lagi sepi sebulan bersih Rp 20 juta, kalau ramai bisa bisa Rp 30 juta,” ungkapnya.






