
Tanjungpinang, mejaredaksi – Badan Pengurus Wilayah Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (BPW KKSS) Kepulauan Riau turut serta dalam Pawai Budaya Nusantara yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan Pemko Tanjungpinang, Sabtu (31/8/2024).
Acara ini menjadi momen bersejarah dengan pengucapan sumpah setia Melayu-Bugis, yang pertama kali dilakukan sejak berdirinya paguyuban tersebut.
BPW KKSS Kepri mengerahkan sekitar 270 peserta yang penuh semangat mengikuti pawai sejauh 3 kilometer, dimulai dari Teluk Keriting hingga berakhir di Dataran Gurindam 12, Tugu Sirih.
Ketua BPW KKSS Kepri, Ady Indra Pawennari, menyampaikan rasa terima kasih atas undangan dari Pemko Tanjungpinang untuk memeriahkan HUT RI ke-79.
“Alhamdulillah, hari ini kami tampil dengan kekuatan 270 orang, melibatkan berbagai pilar KKSS dan BPD KKSS dari 7 Kabupaten/Kota,” ujar Ady.
Salah satu momen paling berkesan dalam pawai ini adalah pengucapan sumpah setia Melayu-Bugis, yang mengingatkan pada sumpah yang diucapkan Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah dan Daeng Marewah beberapa abad silam.
“Ini adalah yang pertama kali dilakukan sejak berdirinya organisasi paguyuban KKSS Kepulauan Riau,” ungkap Ady.
Raja Malik Hafrizal, yang turut serta dalam pawai, menekankan bahwa sumpah setia ini menjadi landasan untuk kedua suku bekerja sama dalam membangun tanah Melayu.
“Sumpah ini mengingatkan kita pada peristiwa sakral masa lalu dan menjadi inspirasi bagi semua pihak,” tegasnya.
Antusias Warga Menonton Pawai Budaya Nusantara
Pawai budaya tahun ini diikuti oleh 4 kecamatan, 20 sekolah SMP, 24 paguyuban/sanggar, serta 27 mobil hias. Beragam penampilan budaya yang ditampilkan berhasil memukau dan menghibur masyarakat yang hadir.

Cece, salah seorang warga, mengungkapkan kegembiraannya bisa melihat berbagai penampilan menarik, mulai dari peserta yang mengenakan baju adat, atraksi seni, hingga aksi memukau dari prajurit TNI.
“Senang sekali menyaksikan keberagaman, sekaligus hiburan di pawai budaya ini,” sebutnya.
Penulis/Editor: Panca











