Tanjungpinang, mejaredaksi – Selama hampir dua dekade, Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) terus berpindah dari satu daerah ke daerah lain, menjadi simbol syiar Islam sekaligus mempererat persaudaraan masyarakat Melayu di Bumi Segantang Lada.
Tahun 2026 menjadi momentum istimewa karena Kota Tanjungpinang kembali dipercaya menjadi tuan rumah MTQ XII Tingkat Provinsi Kepri, yang berlangsung pada 4–9 Juli 2026. Ini merupakan kali ketiga ibu kota Provinsi Kepri menggelar ajang tersebut setelah sebelumnya menjadi penyelenggara pada 2016 dan 2020.
Berdasarkan penelusuran dari berbagai sumber, perjalanan MTQ tingkat Provinsi Kepri dimulai pada 2006. Meski pembentukan Provinsi Kepri masih tergolong baru saat itu, penyelenggaraan MTQ perdana dipusatkan di Batam Centre, Kota Batam sebagai MTQ I.
Dua tahun kemudian, estafet penyelenggaraan beralih ke Kabupaten Lingga sebagai tuan rumah MTQ II pada 2008. Selanjutnya Kota Batam kembali dipercaya menggelar MTQ III pada 2010, sebelum Kabupaten Bintan menjadi penyelenggara MTQ IV pada 2012.
Pada 2014, Kabupaten Karimun menjadi tuan rumah MTQ V. Sementara Tanjungpinang untuk pertama kalinya mendapat kepercayaan menjadi penyelenggara MTQ VI pada 2016.
Tradisi bergilir terus berlanjut. Kabupaten Lingga kembali menjadi tuan rumah MTQ VII pada 2018 melalui penyelenggaraan di Singkep Pesisir. Dua tahun kemudian, Tanjungpinang kembali menggelar MTQ VIII pada 2020.

Estafet kemudian diteruskan Kabupaten Kepulauan Anambas sebagai tuan rumah MTQ IX pada 2022, sebelum Kota Batam kembali dipercaya menggelar MTQH X pada 2024. Pada pelaksanaan tersebut, nama resmi kegiatan berubah menjadi Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadis (MTQH) seiring penambahan cabang musabaqah hadis.
Sementara itu, pada 2025, Kota Tanjungpinang juga menjadi tuan rumah Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadis (STQH) XI tingkat Provinsi Kepri. Berbeda dengan MTQH, STQH merupakan agenda tersendiri yang berfungsi sebagai ajang seleksi menuju tingkat nasional.
Kini, estafet kembali tiba di Kota Tanjungpinang melalui pelaksanaan MTQ XII Kepri yang diikuti lebih dari 4.000 peserta, ofisial, dan pendamping dari tujuh kabupaten dan kota.
Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kepri, Nyanyang Haris Pratamura, mengapresiasi seluruh panitia, khususnya Pemerintah Kota Tanjungpinang yang telah mempersiapkan penyelenggaraan MTQ XII.
Ia berharap kemeriahan pawai ta’aruf yang mengawali rangkaian kegiatan mampu membangkitkan semangat para peserta untuk menampilkan kemampuan terbaik selama perlombaan.
“Kami mengucapkan selamat dan sukses atas pelaksanaan MTQ XII di Kota Tanjungpinang yang berlangsung sangat luar biasa. Semoga ini menjadi semangat baru dalam pelaksanaan kegiatan tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, menilai MTQ bukan hanya agenda keagamaan, tetapi juga memiliki dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat.
Menurutnya, kehadiran ribuan peserta dan tamu dari seluruh daerah akan menggerakkan sektor perhotelan, kuliner, transportasi, hingga pelaku UMKM di Kota Tanjungpinang.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh kontingen dari tujuh kabupaten dan kota. Kami berharap Tanjungpinang sebagai tuan rumah bukan hanya sukses secara seremonial, tetapi juga mampu menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” katanya.
Dengan sejarah penyelenggaraan yang telah memasuki tahun ke-20, MTQ Kepri kini tidak hanya menjadi ajang mencari qari dan qariah terbaik, tetapi juga telah berkembang sebagai ruang syiar Islam, pelestarian budaya Melayu, serta penggerak ekonomi daerah yang memberi manfaat bagi masyarakat di setiap daerah penyelenggara.









