
Kepemimpinan Bupati Bintan Apri Sujadi dan Wakil Bupati Bintan Dalmasri Syam sudah menjalani dua tahun setelah dilantik 17 Februari 2016. Berbagai terobosan dan kebijakan yang pro masyarakat telah banyak dilaksanakan demi kesejahteraan masyarakat.
Beberapa hal keberhasilan kepemimpinan Apri Sujadi-Dalmasri Syam bisa dilihat dari beberapa item. Berikut beberapa item yang dimaksud.
I. KESEHATAN

Kabupaten Bintan menjadi salah satu kabupaten terbaik dari 122 daerah peraih penghargaan Swasti Saba di Indonesia. Bintan berhasil meraih penghargaan Kesehatan Swasti Saba Wiwerda dari Menteri Kesehatan RI Nila F Moeloek di Kementerian Dalam Negeri, Jakarta tahun 2017. Bagi Bintan penghargaan ini sudah kedua kalinya diraih setelah 2015 juga berhasil terpilih tingkat Tingkat Padapa (2 Tatanan). Apri Sujadi menunjukkan taringnya dengan berhasil membawa Bintan meraih penghargaan dengan Tingkat Wiwerda (4 Tatanan).
Bagi masyarakat Bintan penghargaan ini tentu sebuah kebanggaan. Program kesehatan gratis yang sudah dijalankan pemerintah Bintan sukses berjalan di masyarakat. Kabupaten Bintan tahun 2017 mengikuti empat tatanan guna meraih Penghargaan Kabupaten Sehat (Swasti Saba ) Tingkat Wiwerda yaitu Kawasan Permukiman, Sarana dan Prasarana Umum yang sehat , Kehidupan Masyarakat yang Sehat dan Mandiri, Kawasan Industri dan Perkantoran Sehat , serta Kawasan Pariwisata Sehat.
Kabupaten Bintan dinilai sebagai salah satu terbaik dengan hasil penilaian berdasarkan Program Kesehatan Gratis yang telah menggratiskan masyarakat mulai dari tingkat puskesmas hingga pelayanan rumah sakit kelas tiga. Ini sebagai bukti komitmen Kabupaten Bintan secara terus menerus memberikan pelayanan yang terbaik khususnya pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Secara data tercatat sebanyak 52.264 warga Bintan selama tahun 2017 melakukan program pengobatan gratis. Warga yang berobat cukup menunjukan identitas kependudukan atau KTP Bintan sudah langsung mendapatkan pengobatan gratis di 15 puskesmas yang ada di 10 kecamatan di Bintan. Selain menggunakan kartu berobat gratis juga terdapat warga yang berobat menggunakan BPJS sebanyak 111.294 pasien.
Bupati Bintan H Apri Sujadi mengatakan program berobat gratis di puskesmas sengaja dilakukan untuk menyasar masyarakat Kabupaten Bintan yang kurang mampu dan atau belum tercover kartu BPJS. Program ini sangat meringankan beban masyarakat di bidang kesehatan. Apalagi program berobat gratis di Puskesmas juga merupakan salah satu program unggulan Pemkab Bintan. Pasien yang berobat menggunakan program ini juga memiliki keunggulan bila berobat dari puskesmas kemudian harus dirujuk ke RSUD, maka pemerintah daerah juga akan memfasilitasi untuk pengurusan Kartu BPJS hingga mendapatkan perawatan gratis rawat inap di kelas tiga.
II. PENDIDIKAN

Kabupaten Bintan menjadi kabupaten pertama di Kepri yang merealisasikan program Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOS-Da). Anggaran yang disediakan tidak besar, hanya Rp 3 miliar atau hanya 6,7 persen dari total bantuan BOS nasional senilai Rp 20 miliar per tahun. Program ini diyakini sangat membantu setiap sekolah, terutama yang berlokasi di hinterland dengan jumlah siswa sedikit. Apalagi BOS-Da sifatnya mendukung keperluan sekolah. Saat ini memang sudah ada dana BOS nasional tapi tidak semua sekolah merasa cukup dengan bantuan itu, terutama yang jumlah siswanya sedikit. Berangkat dari kekurangan itu, Pemkab Bintan mengambil langkah merealisasikan program BOS-Da untuk memenuhi kebutuhan sekolah mulai tahun 2018.
Bupati Bintan mengatakan tahap awal dilaksanakan Februari dan diberikan kepada 125 sekolah yang terdiri dari 96 tingkat SD dan 28 SMP. Mekanisme penyaluran tidak ada patokan dan tergantung kebutuhan sekolah. Mekanisme ini berbeda dengan dana BOS Nasional yang waktunya ditentukan per triwulan. Sementara menentukan besaran bantuannya Disdik Bintan membuat klasifikasi. Tipe A, dengan jumlah kurang dari 100 orang maka setiap siswa menerima bantuan lebih besar dari dana BOS nasional. Misalnya jika nasional memberikan Rp1 juta per siswa, Pemkab Bintan bisa memberikan lebih dari Rp1 juta. Tipe B, yaitu jumlah siswa sekitar 100-200 siswa. Tipe C, 300-500 siswa dan Tipe D, yaitu 500 lebih siswa per sekolah. Besaran bantuan setiap sekolah berbeda. Siswa masuk Tipe A yang paling besar menerima bantuan. Berbanding terbalik dengan program nasional, semakin banyak siswa maka semakin banyak menerima bantuan.
Program ini dilaksanakan dikarenakan banyak sekolah hinterland yang mengeluhkan kekurangan biaya penunjang operasional. Dana BOS-Da juga bisa digunakan memperbaiki fasilitas sekolah serta membantu biaya transportasi guru tambahan, membeli ATK, serta beberapa hal lainnya. Prograam ini juga memiliki catatan yaitu tidak diperbolehkan kegiatan yang sama dibiaya BOS nasional dan BOS Da.
II.I. PEMBERIAN SERAGAM SEKOLAH GRATIS
Pemkab Bintan selain menjalankan program BOS-Da juga memiliki program pendidikan bermutu lainnya yaitu pemberian seragam gratis. Berdasaran data Disdik Bintan, jumlah total penerima seragam gratis sebanyak 6.650 siswa. Paket seragam gratis berjumlah 33.250 lembar pakaian lengkap ditambah tas dan sepatu. Bupati Bintan mengatakan program paket seragam sekolah gratis salah satu program utama dalam rangka menekan biaya pengeluaran pendidikan tingkat SD dan SMP.
Program seragam gratis sangat mengurangi beban orangtua menyekolahkan anaknya. Jika diperhitungkan dalam sekali tahun ajaran baru, satu rumah tangga di Bintan mengeluarkan biaya untuk pembelian perlengkapan sekolah hampir Rp1 juta. Hitungan itu dikenakan untuk satu anak yang memasuki tahun ajaran baru. Tentu sangat memberatkan jika ada dua atau tiga anak yang memasuki ajaran baru.
Anggaran pengadaan paket seragam sekolah gratis SD dan SMP bersumber dari APBD Bintan 2017 yang terhimpun dalam komponen belanja langsung. Nilai belanja yang dialokasikan pemkab Bintan untuk pengadaan perlengkapan sekolah SD dan SMP ini mencapai Rp5 miliar. Siswa penerima seragam gratis ini tidak dibedakan. Semua siswa berhak mendapatkan perlengkapan sama dengan kualitas produk sama
III. INVESTASI TERUS MASUK

Kabupaten Bintan memperoleh prestasi sepanjang 2017 perihal pencapaian investasi. Total investasi yang masuk ke Kabupaten Bintan di 2017 jumlahnya mencapai Rp14 triliun. Jumlah investasi ini diperoleh dari 27 perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) dengan nilai investasi mencapai USD921 juta atau setara Rp12,3 triliun. Sedangkan tipe Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) terdapat 8 perusahaan
dengan nilai investasi mencapai Rp1,7 triliun. Data realisasi investasi PMDN dan PMA tersebut berdasarkan permohonan Izin Prinsip perusahaan yang diajukan ke BPMPTSP dan Tenaga Kerja Kabupaten Bintan sepanjang tahun 2017.
Bupati Bintan Apri Sujadi, meminta BPMPTSP dan Tenaga Kerja untuk mengawal investasi yang sudah masuk ke Kabupaten Bintan, supaya bisa melakukan realisasi hingga memasuki tahap operasi komersial. Dinas terkait juga selalu diharapkan bisa fasilitasi dan lakukan pemantauan dalam rangka memberikan solusi terkait permasalahan yang dihadapi investor. Investor tidak bisa dipersulit perihal perizinan di pusat dan daerah serta pengadaan lahan.
Adapun nama-nama perusahaan PMA yang menanamkan investasinya diantaranya, Gallant Venture grup dari Singapura, yang bergerak di bidang pariwisata perhotelan dan resor, yaitu PT Gallant Lagoi Fenomena USD20 juta, PT Gallant Lagoi Inti USD18 juta, PT Gallant Lagoi Abadi USD16 juta, PT Gallant Lagoi Damai USD26 juta, dan PT Gallant Lagoi Jaya USD22 juta.
Kemudian PT Gallant Lagoi Gemilang USD18,5 juta, PT Gallant Lagoi Harmoni USD15,5 juta, PT Gallant Lagoi Elok USD17 juta, PT Lagoi Berjaya USD17,5 juta, PT Gallant Lagoi Cemerlang USD16 juta, PT Gallant Onbase Resort Rp15 miliar, dan beberapa perusahaan PMA dan beberapa perusahaan lainnya. Untuk investasi dari perusahaan PMDN diantaranya Hotel Melia Bintan Rp500 miliar, dan beberapa perusahaan lainnya.












