Tanjungpinang, mejaredaksi – Rencana pembangunan flyover di Simpang Kota Piring, Tanjungpinang, yang sebelumnya ditargetkan dimulai pada 2026, resmi mundur ke tahun 2027.
Pemko Tanjungpinang bersama Pemprov Kepri sepakat menunda proyek tersebut demi memprioritaskan perbaikan infrastruktur yang lebih mendesak.
Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, menyebut penundaan ini salah satunya disebabkan belum rampungnya Detail Engineering Design (DED) flyover hingga akhir 2025.
Di sisi lain, Pemko masih memfokuskan anggaran dan tenaga untuk memperbaiki Jalan Pelantar II yang mengalami kerusakan parah.
“Fokus kita saat ini memperbaiki Pelantar II dan akses ke Pasar Puan Perak untuk mendukung ekonomi masyarakat,” ujarnya, Selasa (3/6/2025).
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, menambahkan bahwa keterbatasan anggaran menjadi alasan lain penundaan. Ia menyebut sementara ini rekayasa lalu lintas dengan pembatas jalan telah terbukti efektif mengurai kemacetan di kawasan Simpang Kota Piring.
“Kalau diterapkan permanen juga bisa, karena manfaatnya hampir sama dengan flyover,” kata Ansar.
Pemprov dan Pemko juga telah berdiskusi terkait pembebasan lahan. Namun, biaya ganti rugi yang tinggi masih menjadi kendala.
“Kalau kondisi anggaran belum memungkinkan, kemungkinan flyover baru bisa dibangun di 2027 atau 2028,” pungkasnya.
Dengan penundaan ini, Pemko Tanjungpinang mengarahkan fokus pada pembangunan yang dinilai lebih mendesak untuk menunjang aktivitas ekonomi warga secara langsung.
Penulis: Ismail | Editor: Andri










