
Tanjungpinang, MR – SMA Negeri 3 Tanjungpinang hanya mendapat 19 siswa baru, dalam PPDB 2023 di Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepri.
Hal tersebut, terjadi dikarenakan adanya sistem zonasi, dimana SMAN 3 dan SMAN1 Tanjungpinang berdekatan. Selain itu, sekolah tersebut juga diterpa isu akan ditutup.
Plt Kepala SMA Negeri 3 Tanjungpinang, Sri Haryanti mengatakan PPDB 2023 ini pihaknya membuka siswa baru sebanyak 6 rombel. Per rombelnya akan diisi sebanyak 36 siswa baru.
Namun hingga PPDB berakhir, hanya ada 19 orang yang resmi menjadi siswa baru di SMA N 3 Tanjungpinang. Padahal, calon murid mendaftar melalui sistem sempat berjumlah 103 orang.
“Yang di sistem sempat 103 orang. Nyatanya yang daftar ke kita hanya 19 orang itu,” ujar Sri, Jumat (14/7/2023).
Menurut Sri, sepinya pendaftar di sekolah tersebut, lantaran banyak orang tua yang masih ingin menyekolahkan anaknya di sekolah favorit. Lalu ditambah lagi, terdapat isu sekolah tersebut akan pindah lokasi, bahkan akan ditutup.
“Isu itu tidak benar, dan sudah banyak dengar di luar. Jadi ini dapat menimbulkan efek buruk bagi sekolah kita,” tegas Sri.
Kendati demikian, pihak sekolah sudah banyak melakukan program untuk menarik murid baru. Yaitu, gratis biaya SPP selamat satu tahun, dan gratis pakaian OSIS untuk 25 putra dan putri yang mendaftar pertama.
Namun, program ini belum cukup untuk menarik minat para anak untuk mendaftar di SMA 3 Tanjungpinang. Saat ini, murid di SMA 3 berjumlah sekitar 125 orang.
“Ruang kelas kita ada 18, dan yang terisi cuma 5 kelas. Sisanya kosong, karena kurangnya murid baru. Sementara guru ada 23 orang baik ASN dan non ASN,” sebutnya.
Dia berharap, Dinas terkait dapat mengevaluasi sistem zonasi. Sebab, sistem ini tidak sesuai dengan harapan sejumlah sekolah, termasuk SMA N 3 Tanjungpinang.
“Agar guru-guru disini tetap mengajar dengan aman dan baik. Sistem zonasi juga tidak sesuai dengan harapan,” pungkasnya.
Penulis : M.Ismail
Editor : Rico Barino








