
Tanjungpinang, mejaredaksi – Masih ingat yang terjadi pada sekitar tahun 2014 hingga 2015 lalu, ketika demam batu akik berlangsung di seantero tanah air? Gejala serupa mulai terasa di Tanjungpinang.
Agus, salah seorang perajin perhiasan yang membuka usaha di Swalayan Pinang Kencana, Tanjungpinang mengakui jika permintaan khusus pembuatan cincin maupun liontin yang menggunakan batu mulia mulai meningkat dalam sebulan terakhir.
Permintaan akan pembuatan perhiasan berupa cincin maupun liontin untuk kalung menggunakan batu mulia – baik permata maupun batu akik – bahkan semakin tinggi dalam sepekan terakhir ini.
“Sehari kadang dua sampai tiga orang pelanggan,” sebut Agus, Selasa (25/6/2024) siang.
Menurutnya, pelanggan yang meminta “mengikat” batu untuk dijadikan batu cincin tidak hanya pria, namun juga perempuan.
“Bukan hanya bapak-bapak, tetapi juga ibu-ibu,” sebut Agus.
Batu mulia yang akan dijadikan perhiasan oleh pelanggan yang datang dalam sepekan terakhir ini diakui Agus tidak semuanya jenis batu mulia yang memiliki nilai jual terbilang mahal.
“Banyak juga batu yang tergolong biasa-biasa saja,” imbuhnya.
Agus menyebut bisa jadi peningkatan permintaan untuk membuat perhiasan menggunakan batu mulia ini menjadi awal demam batu akik seperti yang terjadi pada 2014-2015.
“Bisa jadi, karena minatnya belakangan ini semakin ramai,” imbuhnya.
Pantauan mejaredaksi.co.id, perbincangan mengenai batu akik ini terlihat di kedai kedai kopi yang ada di Kota Tanjungpinang. Banyak pelanggan kedai kopi yang bahkan meletakkan sejumlah batu mulia di atas meja tempat mereka menikmati kopi bersama koleganya. (*)
Penulis/Editor: Andri












