Gubernur Ansar: Festival Kopi Merdeka Bukan Sekadar Ngopi, Jadi Penggerak Pariwisata dan Ekonomi Kepri

Tanjungpinang,mejaredaksi – Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad, menyebut Festival Kopi Merdeka bukan sekadar ajang menikmati kopi. Festival tersebut juga menjadi ruang untuk menggerakkan UMKM, pariwisata, hingga perekonomian Kepri.
.
Hal itu disampaikan Ansar saat memberikan sambutan pada puncak Festival Kopi Merdeka (FKM) 2026 di Jalan Merdeka, Kawasan Kota Lama Tanjungpinang, Minggu (23/8/2026).

“Festival Kopi Merdeka ini tidak hanya kita laksanakan karena minum kopi sudah menjadi lifestyle warga Kota Tanjungpinang dan Kepulauan Riau, tetapi ada pesan-pesan strategis khusus,” ucapnya.

Menurutnya, Festival Kopi Merdeka memiliki makna tersendiri karena digelar di Jalan Merdeka sekaligus menjadi bagian dari peringatan 81 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Kopi Merdeka ini dilaksanakan di Jalan Merdeka dan juga sempena memperingati 81 tahun kemerdekaan Republik Indonesia,” katanya.

Ia mengatakan, festival tersebut juga menjadi wadah memperkenalkan kekayaan kopi Indonesia, termasuk kopi-kopi heritage yang dimiliki Kepri.

Selain itu, Festival Kopi Merdeka membuka peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memasarkan produk serta kuliner lokal.

“Festival ini juga kita lakukan untuk memberikan peluang UMKM menampilkan hasil karya dan kulinernya, sekaligus mendukung pengembangan pariwisata di Kepri,” ujarnya.

Ia menyebut Kopi Merdeka Fest telah masuk dalam kalender pariwisata nasional sejak 2023. Karena itu, kegiatan tersebut dinilai perlu terus dikembangkan untuk mendorong pertumbuhan sektor pariwisata.

“Tahun 2025, kunjungan wisatawan mancanegara ke Kepri tembus lebih dari 2,15 juta kunjungan, sementara wisatawan domestik mencapai sekitar 4,3 juta kunjungan,” jelasnya.

Ia pun mengajak seluruh pihak terus mengembangkan potensi daerah, termasuk destinasi wisata di Tanjungpinang dan Pulau Penyengat.

Ia juga menyinggung pembangunan infrastruktur pendukung pariwisata, mulai dari proyek Gurindam hingga rencana pembangunan Monumen Bahasa di Pulau Penyengat.

“Mudah-mudahan Monumen Bahasa setinggi 60 meter dengan berbagai fasilitas nantinya menjadi ikon baru kunjungan wisata sejarah lintas generasi ke Pulau Penyengat,”tambahnya.

Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad saat menyampaikan kata sambutan Penutupan Festival Kopi Merdeka 2026, foto; Dhani

Sementara itu, puncak Festival Kopi Merdeka 2026 berlangsung meriah. Ribuan masyarakat memadati Jalan Merdeka untuk menyaksikan rangkaian pertunjukan budaya dan hiburan.

Festival yang berlangsung selama lima hari, mulai 20 hingga 24 Agustus 2026, mengusung tema “Diplomasi Wisata Budaya sebagai Penggerak Ekonomi Kepri.”

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri, Hasan, mengatakan FKM 2026 tidak hanya menghadirkan festival kopi, tetapi juga berbagai kegiatan pendukung.

“Festival ini diikuti sebanyak 241 stan UMKM. Berbagai atraksi dan pertunjukan budaya juga dihadirkan sebagai upaya melestarikan sekaligus memperkenalkan budaya khas Provinsi Kepulauan Riau,” ujarnya.

Sejumlah artis turut memeriahkan Festival Kopi Merdeka 2026, di antaranya Virgoun, Fauzana, dan Aprilian. Suasana puncak festiva semakin riuh saat Fauzana dan Aprilian tampil menghibur ribuan masyarakat.

Keduanya membawakan sejumlah lagu, seperti Tungkek Mambao Rabah, Satu Rasa Satu Cinta, Mudik Arau, hingga Cinan.

“Festival ini diharapkan menjadi wadah untuk mempromosikan potensi wisata dan budaya Kepri dan memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat, khususnya pelaku UMKM,” tegasnya.