Tanjungpinang,mejaredaksi – Suasana pagi di Terminal Sei Carang tidak seperti biasanya. Barisan peserta dengan pakaian beragam memenuhi kawasan tersebut, sementara warga berdiri di sepanjang jalan untuk menyaksikan Gerak Jalan Proklamasi jarak tempuh 17 Kilometer dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Ada yang datang sekadar menonton, ada pula yang mengabadikan momen dengan ponsel. Sejumlah warga juga mengambil foto saat peserta mulai melangkahkan kaki pada pengangkatan bendera start.
Kemeriahan juga terlihat dari banyaknya unsur pemerintah yang hadir. Pelepasan peserta tidak hanya dilakukan Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah, tetapi turut dihadiri Wakil Wali Kota, Sekretaris Daerah, kepala OPD, pejabat eselon II hingga lurah.
Gerak Jalan Proklamasi bukan sekadar lomba baris-berbaris. Tradisi yang telah berlangsung sejak tahun 1970-an itu telah menjadi bagian dari cerita masyarakat Tanjungpinang setiap kali Agustus tiba.
Angka dalam jarak tempuhnya pun menyimpan pesan sejarah. Rute 8, 17 dan 45 kilometer menjelaskan tanggal dan tahun Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, yakni 17 Agustus 1945.

Tahun ini, Gerak Jalan Proklamasi jarak 17 Kilometer sebanyak 188 tim ikut ambil bagian. Pesertanya berasal dari berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, organisasi masyarakat, organisasi perangkat daerah hingga pelajar.
Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah melihat meningkatnya partisipasi sebagai tanda bahwa tradisi tersebut masih hidup dan mendapat tempat di tengah masyarakat.
“Alhamdulillah setiap tahun ada peningkatan partisipasi masyarakat, partisipasi daripada pemerintahan yang ada,” ucapnya, Sabtu (22/8/2026).
Bagi Lis, mempertahankan Gerak Jalan Proklamasi bukan hanya soal menjaga sebuah perlombaan tahunan. Kegiatan ini juga menjadi ruang untuk menghidupkan kembali nilai perjuangan dan kebersamaan di tengah masyarakat.
“Kita berharap bahwa ini menjadi bagian daripada program-program kita yang harus kita pertahankan,” katanya.
Namun, di balik barisan peserta dan keramaian warga, ada peluang lain yang ingin didorong pemerintah. Ramainya kawasan kegiatan diharapkan ikut menggerakkan pelaku UMKM dan sektor ekonomi masyarakat.
“Kita berharap ini salah satu penunjang sektor ekonomi,” ucap Lis.

Ke depan, Pemko Tanjungpinang berencana memperluas kegiatan dengan mengundang perwakilan kabupaten dan kota lain di Kepulauan Riau.
“Harapannya, Gerak Jalan Proklamasi tidak berhenti sebagai tradisi lokal, tetapi berkembang menjadi kegiatan yang mampu menarik lebih banyak orang datang dan beraktivitas di Tanjungpinang,”ungkapnya.
Dari langkah peserta hingga kerumunan warga di pinggir jalan, Gerak Jalan Proklamasi akhirnya menjadi lebih dari sekadar perlombaan.
Tradisi yang telah hidup sejak tahun 1970-an itu kini ingin terus dipertahankan sekaligus diberi peran baru sebagai penggerak ekonomi masyarakat.






