Tanjungpinang,mejaredaksi – Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad menerima audiensi Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Senin (11/5/2026).
Pertemuan tersebut membahas studi lapangan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) NTT ke TPID Kepri, sekaligus mendalami pengelolaan kawasan Free Trade Zone (FTZ) dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang dinilai sukses mendorong pertumbuhan ekonomi Kepri.
Gubernur Ansar memaparkan Kepri memiliki posisi strategis karena berada di jalur perdagangan internasional Selat Malaka.
Kondisi itu diperkuat dengan keberadaan kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas di Batam, Bintan dan Karimun (BBK).
“Kepri mendapat privilese khusus dari pemerintah pusat melalui FTZ dan KEK. Pola ekosistem ekonomi ini terbukti efektif mendongkrak investasi dan pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya dalam sambutan.
Ia menjelaskan, saat ini Kepri memiliki sejumlah kawasan FTZ dan lima KEK yang bergerak di sektor industri, digital, aeroteknik hingga pariwisata kesehatan internasional.
Menurutnya, pengembangan kawasan ekonomi tersebut berhasil membentuk puluhan ekosistem industri berskala menengah dan besar yang tersebar di Batam, Bintan dan Karimun.
“Alhamdulillah, hasilnya pertumbuhan ekonomi Kepri tahun 2025 mencapai 6,94 persen dan menjadi salah satu tertinggi secara nasional,” katanya.
Sementara itu, Gubernur NTT Melki Laka Lena mengaku tertarik mempelajari konsep FTZ dan pengembangan kawasan ekonomi Kepri untuk diterapkan di wilayah perbatasan NTT, khususnya yang berbatasan langsung dengan Timor Leste.
“Kepri memiliki pengalaman dalam mengelola kawasan perdagangan bebas dan konektivitas antarpulau. Ini dapat menjadi referensi penting bagi kami yang memiliki banyak wilayah kepulauan,” sebutnya.
Selain membahas pengendalian inflasi, kedua gubernur juga membuka peluang kerja sama perdagangan antardaerah, termasuk distribusi komoditas dan sektor transportasi laut.









