Tanjungpinang, mejaredaksi – Harga ayam potong di Pasar Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, kembali membuat pusing warga. Dalam beberapa hari terakhir, harga daging ayam melonjak mencapai Rp40 ribu per kilogram. Kenaikan ini bukan sekadar fluktuasi biasa, melainkan dampak dari masalah pasokan.
Menurut pantauan di Pasar Bintan Center, harga ayam yang sebelumnya stabil di angka Rp35-38 ribu terus naik. Para pedagang mengeluhkan kondisi ini karena berdampak langsung pada penjualan mereka.
“Memang lagi naik. Kemarin harga ayam masih di angka Rp38 ribu per kilogram, sekarang sudah menyentuh Rp40 ribu,” ujar Aboy, seorang pedagang ayam di Pasar Bintan Center.
Aboy menjelaskan, pasokan ayam di Tanjungpinang saat ini sangat terbatas. Ia menduga, salah satu penyebab utamanya adalah ekspor ayam yang gencar ke Singapura.
“Ayam ini saya ambil dari Kijang. Memang saat ini stok sedikit, mungkin karena sudah ada yang dikirim (ekspor) ke Singapura,” ungkapnya.
Dampak kenaikan harga ini sangat terasa. Aboy menyebut, omzetnya merosot drastis. Jika biasanya ia bisa menjual 300 kilogram ayam per hari, kini angka itu anjlok menjadi hanya 200 kilogram.
Meskipun demikian, ia masih merasa beruntung karena sebagian besar pelanggannya adalah pedagang makanan yang tetap membutuhkan pasokan rutin.
“Kita harap harga ayam tidak naik lagi, agar tingkat penjualan juga tinggi,” tambahnya penuh harap.
Di sisi lain, ibu rumah tangga seperti Siti merasakan dampaknya secara langsung. Kenaikan harga ini memaksa mereka untuk berhemat.
“Biasanya beli satu ekor, sekarang beli setengah saja. Harganya sekarang mahal lagi,” keluh Siti.
Pedagang dan warga berharap pemerintah segera turun tangan untuk menstabilkan harga dan memastikan pasokan ayam untuk masyarakat Tanjungpinang tetap aman.








