Tanjungpinang, mejaredaksi – Menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah/2026, harga sejumlah komoditas sayuran di Kota Tanjungpinang mulai mengalami kenaikan. Lonjakan ini dipicu berkurangnya pasokan akibat gagal panen di daerah pemasok, sehingga berdampak langsung pada harga di tingkat pedagang.
Pantauan di Pasar Bintan Center Tanjungpinang, harga kacang panjang kini mencapai Rp24 ribu per kilogram, naik dari sebelumnya Rp16 ribu per kilogram. Sawi putih juga ikut terdongkrak menjadi Rp20 ribu per kilogram, dari harga awal Rp15 ribu.
Komoditas lain seperti tomat dijual Rp24 ribu per kilogram, wortel Rp18 ribu per kilogram, kentang Rp17 ribu per kilogram, sementara kangkung dan sawi hijau berada di kisaran Rp12 ribu hingga Rp16 ribu per kilogram.
Salah satu pedagang, Lauren, menyebut kenaikan belum merata.
“Yang naik itu sawi dan kacang panjang. Yang lain masih relatif stabil,” ujarnya, Rabu (25/2/2026).
Dari sisi pemerintah, Kepala Bidang Stabilisasi Harga Disperdagin Tanjungpinang, Riyanto, menjelaskan bahwa kenaikan dipicu gagal panen di daerah pemasok. Pasokan sayur ke Tanjungpinang tidak hanya bergantung pada wilayah Bintan, tetapi juga didatangkan dari sejumlah daerah di Sumatera.
Selain sayuran, komoditas cabai nano juga mengalami lonjakan cukup tajam. Jika sebelumnya berada di angka Rp80 ribu per kilogram, kini melonjak menjadi Rp115 ribu per kilogram.
“Hanya cabai nano yang naik signifikan. Komoditas lainnya masih dalam kategori normal,” jelasnya.
Kenaikan harga ini mulai dirasakan masyarakat. Sita (34), warga Batu 9, mengaku anggaran belanja hariannya bertambah.
“Sekarang belanja sayur terasa lebih mahal. Biasanya Rp15 ribu cukup dua hari, sekarang harus tambah. Khawatir makin naik mendekati lebaran,” katanya.






