Tanjungpinang, mejaredaksi – Pelabuhan Dompak di Kota Tanjungpinang, yang dulu digadang-gadang sebagai gerbang maritim baru Provinsi Kepri, kini berubah fungsi menjadi tempat memancing. Proyek megah senilai Rp121 miliar dari Kementerian Perhubungan itu justru tak pernah beroperasi sejak tersandung kasus korupsi.
Pantauan pada Kamis (24/7/2025), kondisi pelabuhan sangat memprihatinkan. Atap terminal terlihat bolong, berkarat, dan sebagian struktur bahkan runtuh. Jalur kendaraan ditumbuhi rumput liar, pos jaga rusak, dan terminal tampak tak terurus dengan rangka besi yang menggantung serta pecahan kaca berserakan.
Meski mangkrak, area jembatan ponton di pelabuhan ini tetap hidup, bukan oleh kapal, tapi oleh para pemancing.
Rudi (39), warga Tanjungpinang, mengaku rutin datang ke Pelabuhan Dompak untuk memancing.
“Banyak ikannya di sini. Sayangnya pelabuhan ini cuma jadi tempat mancing, padahal bangunnya mahal,” ujar Rudi prihatin.
Pembangunan pelabuhan yang dikerjakan melalui KSOP Tanjungpinang ini sempat dililit dugaan korupsi. Proyek tersebut kini terbengkalai tanpa kejelasan fungsi, menyisakan kekecewaan publik atas pemborosan anggaran negara.
Hingga kini, belum ada kepastian dari pemerintah terkait nasib Pelabuhan Dompak, apakah akan direvitalisasi atau dibiarkan menjadi simbol kegagalan tata kelola infrastruktur.











