Jelang Idul Fitri, Harga Daging Beku di Pasar Bintan Center Tembus Rp135 Ribu

Tanjungpinang, mejaredaksi – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, harga daging beku impor di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau mengalami kenaikan. Saat ini, harga daging beku di sejumlah pasar tradisional telah mencapai Rp135 ribu per kilogram.

Kenaikan harga tersebut mulai dirasakan pedagang sejak sekitar sepekan terakhir. Sebelumnya, daging beku masih dijual di kisaran Rp130 ribu per kilogram.

Salah seorang pedagang daging di Pasar Bintan Center Tanjungpinang, Angga mengatakan, kenaikan harga terjadi karena pasokan daging yang didatangkan dari Batam mengalami peningkatan harga.

“Saat ini Rp135 ribu per kilogram. Memang naik dari minggu lalu, sebelumnya masih sekitar Rp130 ribu,” ujar Angga, Selasa (10/3).

Menurutnya, lonjakan harga daging beku kemungkinan masih akan terjadi mendekati perayaan Idul Fitri. Hal itu mengikuti tren kenaikan harga setiap tahun seiring meningkatnya permintaan masyarakat.

Bahkan, harga daging sapi segar juga diprediksi ikut melonjak hingga sekitar Rp170 ribu per kilogram menjelang lebaran. Saat ini, harga daging segar di pasar masih berada di kisaran Rp160 ribu per kilogram.

“Harga daging beku biasanya ikut naik saat mendekati lebaran, sama seperti daging segar,” tambahnya.

Meski harga mengalami kenaikan, permintaan daging beku justru meningkat. Kondisi ini dipicu oleh mahalnya harga daging segar sehingga masyarakat beralih ke daging beku sebagai alternatif.

Angga menyebutkan, penjualan di kiosnya kini bisa mencapai sekitar 100 kilogram per hari, lebih tinggi dibandingkan hari biasa yang hanya puluhan kilogram.

“Penjualan malah naik karena daging segar mahal,” ungkapnya.

Sementara itu, Rina, salah seorang ibu rumah tangga di Tanjungpinang menilai harga daging beku saat ini cukup tinggi karena hampir menyamai harga daging segar.

“Kalau daging segar sekarang mahal sekali, jadi kadang beli daging beku saja untuk masak di rumah,” katanya.

Ia berharap pemerintah dapat mencari solusi untuk menstabilkan harga daging di pasaran, terutama menjelang lebaran ketika kebutuhan masyarakat meningkat.

“Semoga saja harganya bisa turun, karena setiap tahun pasti naik,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *