
Bintan, MR– Keluarga Firman Bachtiar Amin WNI korban penembakan Aparat Agensi Penguatkuasaan Maritim (APMM) Malaysia berharap jenazah korban dapat segera dipulangkan ke Indonesia agar dapat segera dimakamkan oleh pihak keluarga.
Ayah korban Muhammad Sukri mengatakan, keluarga telah mengupayakan berbagai cara dengan melibatkan sejumlah sanak saudara yang berada di Malaysia, maupun melalui Konsulat Jenderal Republik Indonesia yang berada di Johor.
“Saya sudah menghubungi saudara disana agar jenazah anak saya dipulangkan, sampai hari ini sudah tiga hari kami menunggu sejak dikabarkan meninggal ditembak” kata Sukri, Rabu (26/8/20).
Sukri juga mengatakan, pihak keluraga sudah menyiapkan segala keperluan untuk penjemputan jenazah.
“Kapal speedboat sudah kami siapkan sejak kemaren, tapi dari Malaysia belum ada kepastian kapan boleh dipulangkan.
Menurut Sukri Informasi yang diperoleh dari Malaysia, Jenazah rencananya akan di pulangkan hari ini, Rabu (26/8/20), namun pemulangan tersebut batal dilakukan karena masih ada pemeriksaan terhadap dua rekan anaknya yang masih ditahan oleh APMM Malaysia.
“Tadi saya dapat informasi dua orang kawannya diperiksa hari ini, makanya pemulangan jadi batal” sebut Sukri dengan raut wajah kecewa.
Sementara Istri almarhum, Imah Suryani mengatakan, sebelum mendapat kabar suaminya meninggal, pada malam kejadian penembakan, Senin dini hari (24/8/20), dirinya sempat bermimpi didatangi sang suami.
“Malam senin itu pas dia berangkat, selepas sholat Tahajudkan Dia (almarhum) datang dalam mimpi tapi dia tidak pulang kesini tapi kerumah mamak, besoknya dapat kabar dari abang” jelas Imah.
Sebelum berangkat ke Malaysia, lanjut Imah, almarhum suaminya sempat pamit padanya dan orang tuanya. Keluarga sama sekali tidak merasa ada yang aneh karena suaminya sudah biasa kerja di laut membawa speed dan sehari-hari suaminya berprofesi sebagai nelayan.
“Suami saya nelayan dan satu-satunya di kampung ini yang mendapat asuransi nelayan, kalau kerja dilaut sudah biasa” lanjut Imah.
Meski sudah merelakan kepergian sang suami untuk selamanya, dengan nada sedih Imah berharap jenazah sang suami dapat segera dipulangkan.
“Balikin ajalah, kami ingin cepat-cepat dibalikin aja” tutupnya.Red









