Tanjungpinang,mejaredaksi – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) menargetkan ribuan wisatawan memadati Kota Tanjungpinang melalui dua agenda pariwisata unggulan, Kemilau Nusantara Kepri 2026 dan Penyengat Heritage 2026, yang digelar sepanjang Juni mendatang.
Dua festival tersebut diproyeksikan menjadi penggerak sektor pariwisata sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui keterlibatan pelaku UMKM, seniman lokal, hingga komunitas budaya.
Persiapan pelaksanaan kedua event itu terus dimatangkan. Sekretaris Daerah Provinsi Kepri, Misni, meminta seluruh unsur panitia memastikan kesiapan teknis maupun fasilitas pendukung agar kegiatan berjalan aman dan nyaman bagi pengunjung.
Menurutnya, aspek pengamanan, pengaturan lalu lintas, area parkir, hingga layanan kesehatan harus menjadi perhatian utama mengingat tingginya potensi kunjungan masyarakat selama kegiatan berlangsung.
“Kita harus mengantisipasi lonjakan pengunjung. Seluruh fasilitas pendukung, termasuk ambulans dan toilet umum, harus dipastikan siap digunakan,” ujarnya.
Kemilau Nusantara Kepri 2026 akan berlangsung pada 13-15 Juni di kawasan Laman Gurindam XII Tanjungpinang. Event ini mengangkat tema “Pulau Penyengat Jembatan Lintas Generasi” yang menonjolkan nilai sejarah dan budaya Melayu sebagai identitas daerah.
Berbagai atraksi disiapkan untuk memeriahkan kegiatan tersebut, mulai dari parade budaya nusantara, lomba tari kreasi Melayu, pertunjukan musik tradisional hingga agenda nonton bersama Piala Dunia 2026.
Sementara itu, Festival Penyengat Heritage 2026 akan digelar pada 19-21 Juni di Balai Adat Pulau Penyengat. Festival ini menghadirkan beragam kegiatan budaya seperti Penyengat International Gasing Festival, lomba jong, festival tari, bazar ekonomi kreatif, hingga aksi penanaman mangrove.
Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Hasan, mengatakan kedua festival tersebut diharapkan mampu menarik sekitar 3.000 wisatawan domestik maupun mancanegara.
“Selain menjadi ajang promosi budaya dan pariwisata, kegiatan ini diharapkan memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat dan pelaku usaha lokal,” pungkasnya.









