Tanjungpinang,mejaredaksi – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) membuka peluang kerja sama strategis dengan Provinsi Jambi dalam pemenuhan kebutuhan bahan baku industri, khususnya komoditas kelapa.
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, menegaskan kerja sama yang ditandatangani sebelumnya, Senin (13/4/2025) di Gedung Daerah masih bersifat umum dan akan ditindaklanjuti oleh masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
“Kerja sama ini masih umum saja, nanti OPD-OPD yang akan menindaklanjuti sesuai kebutuhan,” ujarnya, Selasa (14/4/2026).
Menurutnya, Jambi memiliki potensi besar di sektor pertanian yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan Kepri dengan harga lebih efisien karena faktor kedekatan wilayah.
“Mereka penghasil pertanian yang cukup besar. Kebutuhan kita mana yang bisa dikerjasamakan dengan harga lebih baik, tentu ini jadi peluang,” jelasnya.
Ia juga menyoroti potensi besar produksi kelapa di wilayah Jambi yang dinilai dapat menopang kebutuhan industri di Kepri.
“Produksi kelapa mereka besar, bisa mencapai 300 ribu per hari. Selama ini dikirim ke Batam, mungkin sekitar 100 ribu bisa kita arahkan untuk membantu kebutuhan bahan baku di Lobam,” katanya.
Ia menyebut salah satu PT industri yakni PT Bionesia Organic Foods berada di Lobam menjadi tempat untuk menampung pasokan bahan baku dari Jambi.
“Kebutuhannya kita sekitar 100 ribu per hari. Sementara mereka masih kekurangan sekitar 50 persen. Ini bisa kita bantu dari Jambi kalau harganya cocok,” tegasnya.






