Tanjungpinang,mejaredaksi – Lima siswi SMP di Tanjungpinang diduga mengalami tindakan pelecehan oleh salah seorang guru di sekolah hingga mendapat intimidasi agar tidak menceritakan kejadian tersebut kepada orang tua.
Dugaan tersebut mencuat setelah salah satu keluarga korban menyampaikan informasi mengenai tindakan tidak pantas yang diduga dilakukan oknum guru tersebut.
Dikutip dari Ulasan.co, Paman salah satu korban yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengatakan, keponakannya mengaku mendapat perlakuan tidak pantas dari gurunya.
“Anak ini bilang sama bapaknya kalau dia diremas oleh gurunya,” kata sang paman kepada Ulasan.co, Jumat (07/8/2026).
Menurutnya, sejumlah orang tua korban sebelumnya telah bertemu dengan pihak sekolah. Pertemuan tersebut dilakukan untuk meminta sekolah mengambil tindakan terhadap guru yang diduga melakukan tindakan tidak pantas tersebut.
Namun, keluarga korban mengaku belum memperoleh kejelasan mengenai tindak lanjut setelah pertemuan dengan pihak sekolah.
Kondisi tersebut kemudian menimbulkan kekhawatiran adanya kemungkinan tindakan serupa kembali terjadi terhadap siswa lainnya.
“Pihak sekolah tidak mau membuat surat pernyataan hitam di atas putih dan lebih memilih untuk menyelesaikan secara internal,” ungkapnya.
Selain dugaan tindakan pelecehan, keluarga korban juga menyebut adanya intimidasi yang diduga dilakukan guru tersebut.
Intimidasi itu diduga bertujuan agar para korban tidak menceritakan kejadian yang dialami kepada orang tua mereka.
“Semua kalimat kebun binatang dikeluarkan oleh guru ini agar korban tidak mengadu,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Tanjungpinang, Novi Perdana Wari, membenarkan adanya laporan terkait dugaan tersebut.
Ia mengatakan pihak sekolah bersama orang tua korban telah melakukan mediasi untuk membahas persoalan tersebut dan mencari penyelesaian.
“Orang tua belum melaporkan ke pihak kepolisian. Para orang tua ingin guru ini ditindak, baik dipindahkan ataupun tindakan lainnya,” singkatnya.
Hingga saat itu, pihak keluarga disebut belum membawa dugaan tersebut ke kepolisian. Mereka masih meminta pihak sekolah dan instansi terkait mengambil tindakan terhadap guru yang dilaporkan.
Sementara itu, kepala sekolah tempat guru tersebut mengajar belum memberikan respons ketika dikonfirmasi terkait dugaan pelecehan terhadap lima siswi tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan dari pihak sekolah mengenai dugaan tindakan tersebut maupun langkah yang akan dilakukan terhadap guru yang dilaporkan.












