Lingga Berstatus Zona Hijau, 6 Kabupaten/Kota Lainnya di Kepri Masih Zona Kuning

Foto Ilustrasi

Tanjungpinang, MR – Kabupaten Lingga menjadi satu-satunya daerah di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) yang saat ini berstatus zona hijau atau terbebas dari kasus Covid-19.

Dari data Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Kepri mencatat zonasi resiko untuk tujuh kabupaten/kota se-Kepri. Hanya Kabupaten Lingga yang saati ini berstatus hijau.

Sedangkan 6 kabupaten/kota lainnya data zonasi resiko masih bertahan di status zona kuning atau resiko rendah. Positivity Rate di Kepri pada angka 0.03 persen. Seperti di Kota Tanjungpinang berada diangka 0,04 persen, Kota Batam 0,02 persen, Bintan 0,00 persen, Karimun 0,09 persen, Lingga 0,00 persen, Anambas 0,59 persen, dan Kabupaten Natuna 0,00 persen.

Peta Risiko kenaikan kasus Covid-19 di kabupaten/kota Provinsi Kepri. (covid19.go.id/peta-risiko)

Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Kepri, Lamidi menjelaskan dari data terakhir tercatat untuk kasus aktif tinggal 9 orang dengan rincian Kota Batam 3 orang, Tanjungpinang 2 orang, Karimun 2 orang, Bintan 1 orang, Anambas 1 orang dan untuk Lingga dan Natuna nihil kasus aktif.

“Meskipun dua daerah sudah nihil kasus terkonfirmasi positif, tetapi baru Lingga berstatus zona hijau atau zero kasus Covid-19 sedangkan Natuna masih berstatus zona kuning,” jelas Lamidi.

Dengan demikian, Lamidi kembali mengimbau agar seluruh masyarakat tetap menaati protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari.

“Dalam kasus yang terus menurun kita jangan lengah. Tingkatkan terus kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan sehari hari baik di lingkungan keluarga, lingkungan kerja dan lingkungan masyarakat,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepri M Bisri terus mengingatkan selalu waspada dan untuk tetap disiplin Prokes. Bisri juga meminta masyarakat tidak terlena dan lengah dengan status serta jumlah kasus yang saat ini terus melandai.

“Oleh karena itu, masyarakat diminta tetap mematuhi kebijakan pemerintah. Dalam pengawasan serta pengendalian mobilitas masyarakat pada Nataru, yang tujuannya pencegahan lonjakan kasus Covid-19,” ujar Bisri, Jumat (19/11/2021).

Dengan demikian, kata Bisri pihaknya tetap waspada penyabaran dengan mengingatkan masyarakat untuk disiplin menjalankan Prokes. Serta mendorong masyarakat untuk mempercepat vaksinasi terutama kepala Lansia (Lanjut Usia).

Saat ini, lanjut Bisri, pihaknya telah mencatat capaian vaksinasi Covid-19 di Provinsi Kepri mencapai 91,93 persen atau sebanyak 1.453.496 orang pada dosis pertama.

Sedangkan capaian vaksinasi pada dosis kedua, mencapai 72,56 persen atau 1.147.160 orang. Sedangkan rincian, total capaian vaksinasi Covid-19 bagi Lansia mencapai 70,26 persen atau sebanyak 61.212 orang pada dosis pertama. Sedangkan pada dosis kedua mencapai 52,42 persen atau sebanyak 45.671 orang.

Selain itu dengan rincian, total capaian vaksinasi Covid-19 bagi usia diatas 18 tahun mencapai 94,19 persen atau sebanyak 1.293.617 orang pada dosis pertama. Sedangkan pada dosis kedua mencapai 74,31 persen atau sebanyak 1.020.618 orang.

Kemudian total capaian vaksinasi Covid-19 bagi usia 12-17 tahun mencapai 76,99 persen atau sebanyak 159.879 anak pada dosis pertama. Sedangkan pada dosis kedua mencapai 60,94 persen atau sebanyak 126.542 anak.

Dikatakannya, pada akhir tahun diprediksi akan terjadi lonjakan mobilitas masyarakat dalam menyambut liburan natal dan tahun baru. Sehingga, jika hal tersebut tidak diantisipasi sejak dini akan terjadi lonjakan kasus Covid-19 gelombang ketiga.

“”Oleh karena itu, kita harus antisipasi sejak dini, jangan sampai masyarakat lalai menerapkan protokol kesehatan. Satgas Kepri akan terus melakukan pengawasan dalam menerapkan protokol kesehatan,” tutupnya. Bar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *