
Tanjungpinang, MR– Kecewa tidak ditemui Pjs Gubernur Kepri Bahtiar Baharuddin, puluhan Mahasiswa dari berbagai organisasi se-Tanjungpinang-Bintan menghadiahi Popok bayi beserta botol susu bayi kepada Pjs Gubernur Kepri sebagai simbol kekanak-kanakan.

Sebelumnya mahasiswa sempat mengegelar orasi di jalan menuju lobby kantor Gubernur, namun setelah bernegosiasi dengan Kapolres Tanjungpinang, AKBP Fernando serta Ketua LAM Tanjungpinang Wan Rafiwar, akhirnya mahasiswa mundur dan melanjutkan aksinya di depan pos penjagaan pintu masuk kantor Gubernur.
Meski sudah bergeser, mahasiswa tetap bersikeras menunggu Pjs Gubernur Kepulauan Riau untuk menemui dan mendengarkan aspirasi mereka mengenai penolakan undang-undang cipta kerja (Omnibus law).
“Pjs Gubernur penakut, Pjs Gubernur penakut, Pjs Gubernur penakut,” teriak mahasiswa.
Aksi unjuk rasa menolak Omnibus law yang dimulai sejak pukul 14:30 wib akhirnya dibubarkan polisi pada pukul 18:00 wib dengan terlebih dahulu memberikan himbauan pembubaran karena waktu yang diberikan untuk berunjuk rasa telah berakhir.






