Tanjungpinang, mejaredaksi – Semangat literasi di Kepulauan Riau (Kepri) melalui Lomba Karya Tulis RDK Award menjadi kebanggaan bagi Mohamad Ismail, jurnalis muda Batam Pos karena berhasil menyabet posisi runner-up di ajang perdana yang bergengsi ini.
Kemenangan Ismail, yang membawa pulang penghargaan lewat karya visionernya, ‘Menanti Mimpi Lumbung Ikan Terbesar di Indonesia, Dari Laut Kepri untuk Nusantara’, menjadi bukti bahwa RDK Award sukses mendorong para profesional media dan generasi muda untuk berkontribusi melalui tulisan.
Bagi Ismail, momen pengumuman pemenang adalah campuran antara keterkejutan dan kebanggaan. Ia mengucapkan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada penyelenggara, RDK Award 2025, yang digagas oleh wartawan senior Rida K. Liamsi.
“Awalnya tidak menyangka, tapi karena tekad kuat (menulis), Alhamdulillah karya tulis kami masuk dan jadi pemenang,” kata Ismail, Sabtu (11/10/2025).
Ismail secara khusus menyampaikan peran penting rekan-rekan sejawatnya di dunia jurnalistik Kepri. Ia menyebutkan, dukungan dan masukan konstruktif dari sesama jurnalis selama proses penulisan menjadi kunci yang memperkuat karyanya.
“Semoga RDK Award ini bisa kembali digelar dan lebih ramai yang ikut lomba tulis ini,” harapnya.
Lomba Karya Tulis RDK Award, yang bertema ‘Dari Kepri untuk Indonesia’, memang digagas untuk mendorong budaya menulis. Penggagasnya, Rida K. Liamsi, berharap ajang ini menjadi penggerak utama literasi, bahkan menyebut kegiatan menulis sebagai “anugerah dari Allah” yang harus disyukuri.
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, turut mengapresiasi dan berjanji Pemprov akan terus mendukung kegiatan positif yang membangkitkan gairah literasi seperti RDK Award ini.
Pada lomba perdana ini, Muhammad Fadli dari Natuna dinobatkan sebagai pemenang pertama dengan karya berjudul ‘Natunaloka, Cahaya Inklusi Dari Perbatasan’.
Sementara Ogen dari Tanjungpinang menjadi pemenang ketiga melalui karya ‘Kepri Penyumbang Nafas Pariwisata Indonesia’.












