Tanjungpinang,mejaredaksi – Kelangkaan Minyakita yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir membuat harga minyak goreng subsidi di tingkat pedagang sempat melonjak.
Sulitnya pasokan masuk ke Tanjungpinang memaksa pedagang mencari stok dari luar jalur distribusi resmi dengan harga yang lebih mahal.
Pedagang Toko Teko, Sabil, mengatakan harga Minyakita yang biasanya dijual sekitar Rp17 ribu per liter sempat naik di Harga Eceran Tertinggi (HET).
“Sejak hari itu tidak ada lagi pasokan. Memang susah. Biasanya dijual Rp17 ribu, tapi kalau kami naikan Rp19 ribu. Pasti pembeli protes, tapi memang barang susah masuk ke Tanjungpinang,” ujar Sabil, Minggu (12/7/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut bukan karena pedagang ingin mengambil keuntungan lebih, melainkan akibat sulitnya memperoleh stok selama beberapa bulan terakhir.
Sementara itu, pedagang Warung Dewe di Pasar Bintan Center, A’an, mengaku selama kelangkaan ia terpaksa mendatangkan Minyakita dari Batam agar tetap bisa memenuhi kebutuhan pelanggan. Namun, biaya transportasi membuat harga jual ikut meningkat.
“Kadang tidak benar-benar kosong, tapi kami ambil barang dari Batam. Karena ada ongkos angkut, akhirnya harga jual ikut naik. Barang itu juga bukan dari distributor resmi kami,” kata A’an
Meski demikian, A’an menyebut kondisi mulai membaik setelah pasokan kembali masuk ke Tanjungpinang. Ia optimistis harga akan kembali normal apabila distribusi berlangsung lancar.
“Alhamdulillah sekarang mulai stabil. Minggu depan juga akan masuk lagi, jadi kami bisa menjual sesuai harga sekitar Rp15.700,” tuturnya.












