Pegawai RSUD RAT Tanjungpinang Diteror Ancaman Pembunuhan, Diduga Gara-Gara Proyek Ratusan Juta Tak Dibayar

Tanjungpinang, mejaredaksi – RSUD Raja Ahmad Tabib (RAT) Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, tengah menjadi sorotan usai dua pegawainya mengalami dugaan ancaman pembunuhan dari seorang pria berinisial Z. Insiden ini disebut dipicu tuntutan pembayaran proyek tahun 2022–2023 yang diklaim belum dilunasi.

Direktur RSUD RAT Tanjungpinang, Bambang Utoyo, menjelaskan terduga pelaku datang ke rumah sakit dengan maksud menagih pembayaran proyek. Nilai yang diklaim mencapai ratusan juta rupiah.

“Yang bersangkutan merasa kegiatannya belum dibayar. Ada yang Rp280 jutaan, Rp80 jutaan, dan Rp100 juta lebih,” ungkap Bambang, Rabu (20/8/2025).

Namun, untuk menghindari kekeliruan, pihak RSUD RAT langsung menyurati Inspektorat Kepri guna melakukan audit keuangan. Langkah ini diambil agar pembayaran proyek benar-benar sesuai aturan dan tidak menyalahi prosedur.

“Kita tidak tahu apakah kegiatan itu benar ada atau tidak. Jadi kita tunggu hasil audit dari Inspektorat supaya tidak salah dalam mengambil keputusan ke depan,” tegasnya.

Di sisi lain, aparat kepolisian sudah turun tangan. Kapolresta Tanjungpinang, Kombes Pol Hamam Wahyudi, menyampaikan bahwa pihaknya telah memeriksa dua orang saksi terkait kasus dugaan ancaman tersebut.

“Nanti akan kita telusuri, kalau terbukti salah tetap akan dilakukan penegakan hukum,” ujarnya.

Kasus ini menjadi perhatian publik karena tidak hanya menyangkut persoalan keamanan pegawai, tetapi juga soal transparansi pengelolaan proyek di tubuh RSUD RAT Tanjungpinang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *