Pemko Tanjungpinang Gratiskan Biaya Operasional Pasar Encik Puan Perak untuk Dorong Minat Pedagang

Kondisi pasar Baru Encik Puan Perak masih sepi pedagang: Foto: Ismail

Tanjungpinang, mejaredaksi – Dalam upaya meningkatkan aktivitas perdagangan di Pasar Encik Puan Perak, Pemerintah Kota Tanjungpinang mengambil langkah strategis dengan menggratiskan biaya operasional pasar tersebut selama tiga bulan.

Langkah ini diharapkan dapat menarik lebih banyak pedagang untuk berjualan di pasar yang baru beroperasi awal tahun lalu.

Sekretaris Daerah Tanjungpinang, Zulhidayat, mengungkapkan bahwa insentif ini akan menanggung biaya operasional seperti listrik, air bersih, dan kebersihan, dengan anggaran yang disiapkan sebesar Rp200 hingga Rp300 juta, bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBDP) 2024.

“Insentif disiapkan untuk tiga bulan, dari September sampai Desember,” kata, Zulhidayat, Jumat (30/8).

Biasanya, pedagang dikenakan biaya Rp100 hingga Rp200 ribu per bulan untuk biaya operasional, namun dengan adanya insentif ini, mereka akan dibebaskan dari biaya tersebut.

“Ini adalah bagian dari upaya kami untuk memberikan manfaat lebih kepada masyarakat dengan harapan pasar ini akan lebih ramai,” ujar Zulhidayat pada Jumat (30/8).

Meskipun kebijakan ini akan berdampak pada pendapatan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang mengelola pasar, Pemko Tanjungpinang tetap fokus pada optimalisasi manfaat pasar bagi masyarakat.

Sebelumnya, Pemko Tanjungpinang telah menggratiskan biaya sewa lapak, namun langkah tersebut belum cukup efektif dalam menarik minat pedagang. Dengan tambahan insentif bebas biaya operasional ini, diharapkan kondisi pasar akan semakin ramai.

“Yang penting optimalisasi manfaat dulu. Tujuan pertama memberikan manfaat buat masyarakat supaya lebih ramai lagi,” pungkasnya.

Penulis: Ismail  |   Editor: Panca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *