Tanjungpinang,mejaredaksi – Layanan Darurat Public Safety Center 119 di Tanjungpinang terus menunjukkan perannya dalam memberikan respon cepat terhadap kondisi medis kritis di masyarakat.
Sejak diluncurkan pada 8 April 2026, PSC 119 telah menangani sebanyak 10 kasus darurat yang seluruhnya membutuhkan penanganan segera dan evakuasi ke rumah sakit.
Koordinator PSC 119 Tanjungpinang, Herlina, mengungkapkan bahwa sebagian besar kasus yang ditangani berkaitan dengan serangan stroke serta penurunan kesadaran secara mendadak.
“Rata-rata terkait kondisi stroke. Kami datang membawa dokter dan langsung melakukan evakuasi medis jika diperlukan,” ujarnya, Jumat (1/5/2026).
Ia menjelaskan, setiap laporan yang masuk akan ditangani menggunakan sistem triage, yakni metode pemilahan pasien berdasarkan tingkat kegawatan untuk memastikan pasien dengan kondisi paling kritis mendapatkan prioritas utama.
Meski demikian, operasional PSC 119 masih menghadapi kendala berupa laporan palsu atau panggilan iseng dari masyarakat.
“Ada yang sekadar main-main, saat petugas sampai di lokasi, ternyata tidak ada kejadian darurat seperti yang dilaporkan,” ungkapnya.
Menurutnya, panggilan tidak bertanggung jawab tersebut berpotensi menghambat respon cepat terhadap pasien lain yang benar-benar membutuhkan pertolongan.
PSC 119 sendiri hadir sebagai solusi layanan kesehatan darurat yang memungkinkan masyarakat mendapatkan pertolongan medis secara cepat, bahkan sebelum tiba di rumah sakit.
Tim yang diterjunkan ke lapangan dilengkapi tenaga medis, termasuk dokter.
Herlina mengingatkan masyarakat agar menggunakan layanan ini secara bijak dan hanya dalam kondisi darurat.
“Layanan ini untuk menyelamatkan nyawa. Kami berharap masyarakat tidak menyalahgunakannya agar penanganan bisa lebih optimal,” pungkasnya.











