
Tanjungpinang, Mejaredaksi – Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Kepulauan Riau (BKHIT Kepri), Herwintarti bertemu dengan Gubernur Kepri, Ansar Ahmad di Kantor Gubernur Kepri untuk perkuat sinergi (29/1/2024).
Pertemuan ini menjadi rangkaian kerja Kepala BKHIT Kepri ke Tanjungpinang, di antaranya membahas upaya dalam rangka memperkuat upaya pencegahan penyebaran penyakit melalui hewan, ikan dan tumbuhan di Kepulauan Riau.
Karantina Kepri merupakan Unit Pelayan Teknis (UPT) Badan Karantina Indonesia (Barantin), merupakan gabungan dari tiga UPT Badan Karantina Pertanian dan dua UPT Balai Karantina Ikan dan Pengawas Mutu (BKIPM) yang sebelumnya dibawah Kementerian Pertanian dan Kementerian Kelautan Perikanan.
Karantina sebagai sistem pencegahan masuk dan tersebarnya hama penyakit hewan karantina (HPHK), hama penyakit ikan karantina (HPIK) dan organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK).
Herwintarti menyampaikan beberapa hal yang berkaitan dengan amanah UU No 21/2019 tentang Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan.
Ia menerangkan jika pihaknya terus menjalin sinergi dengan instansi terkait. Ini mengingat di Provinsi Kepri masih banyaknya pelabuhan rakyat yang juga kerap disebut pelabuhan tikus yang dikhawatirkan
menjadi pintu rawan ilegal lalulintas MP HPHK, OPTK dan HPIK.
Sinergi antara Karantina dan Pemprov Kepri diharapkan dapat mengamankan wilayah ini dari ancaman penyakit hewan, ikan dan tumbuhan.
“Masih banyak pintu-pintu pemasukan pengeluaran yang belum ditetapkan sehingga perlu komitmen bersama untuk menjaga Kepri,” terang Herwintarti.
Penetapan pelabuhan nasional dan internasional khusus untuk pemasukan dan pengeluaran komoditas pertanian dan perikanan dia sebut akan mempermudah pengawasan.
“Meskipun Kepri bebas rabies, namun berisiko masuk dan tersebarnya penyakit hewan, ikan dan tumbuhan,” tambahnya.
Tujuan dan komitmen bersama antara Karantina dan pemerintah daerah disebut Herwintantri harus diselaraskan untuk memajukan Kepri. Ini mengingat geografis Kepri yang berdekatan dengan Malaysia dan Singapura yang membuka ruang yang lebar untuk aktivitas ekspor potensi sumber daya alam komoditas hewan, ikan maupun tumbuhan.
Ia juga menegaskan komitmen penuh Karantina dalam mendukung upaya Tim Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK) untuk menjadikan Kepri menuju zona hijau.
Dukungan berupa pelayanan digital. Pelabuhan Batu Ampar, Pelabuhan Kijang dan Pelabuhan Tanjungbalai Karimun menjadi proyek percontohan perbaikan pelayanan yang sehat bebas korupsi. (*)
Penulis/Editor: Andri






