Pulau Penyengat, Kawasan Wisata Yang Selalu Ramai Dikunjungi Saat Idul Fitri

Pada zaman Pemerintahan Sultan Mahmud Syah III, Pulau Penyengat dijadikan mas kawin Sultan untuk Engku Putri Raja Hamidah.

Komplek makam Engku Putri Hamidah, Pulau Penyengat. Foto: Syaifullah

Di komplek makam Engku Putri Raja Hamidah juga terdapat makam Raja Ali Haji, seorang pujangga Kerajaan yang dinobatkan sebagai salah seorang Pahlawan Nasional Bidang Bahasa. Salah satu karya masyhur Raja Ali Haji adalah Gurindam 12.

Selain itu, di komplek makam Engku Putri Raja Hamidah juga terdapat makam Raja Ahmad, seorang penasihat kerajaan, makam Raja Abdullah yang dipertuan Muda Riau lingga IX serta makam permaisurinya Raja Aisyah.

Komplek makam kuno kerajaan lainnya di Pulau penyengat adalah komplek makam Raja Haji Fisabilillah.

Raja Haji Fisabilillah merupakan panglima perang kerajaaan Melayu Riau Lingga yang gugur saat berperang melawan penjajahan Belanda pada 1784.

Raja Haji Fisabilillah dinobatkan menjadi pahlawan nasional Melalui Keputusan Presiden RI No. 072/TK/1997 tanggal 11 Agustus 1997.

Selain dua komplek makam tersebut, komplek makam yang sering dikunjungi adalah komplek makam Raja Ja’far, Yang Dipertuan Muda Riau VI. Komplek makam ini juga terdapat makam Raja Ali yang dipertuan muda Riau VIII.

Objek Wisata Situs dan Bangunan Bersejarah.

Sejumlah situs bangunan kuno bersejarah juga menjadi daya tarik wisata religi di Pulau Penyengat pada setiap hari raya Idul Fitri.

Di antara situs bangunan kuno tersebut yakni Komplek Istana Kantor. Bangunan dua lantai di atas lahan seluas satu hektar dan dikelilingi tembok ini dulunya merupakan tempat tinggal Raja Ali Yang Dipertuan Muda Riau VIII.

Komplek Makam Raja Haji Fisabilillah. Foto: Syaifullah

Bangunan bersejarah lainnya yang terdapat di Pulau Penyengat adalah Balai Adat yang juga menjadi salah satu tempat favorit wisatawan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *