Tanjungpinang,mejaredaksi – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tanjungpinang memastikan daya tampung sekolah negeri masih mencukupi meski sekitar 300 calon siswa dinyatakan tertolak pada tahap awal Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027.
Penolakan tersebut bukan disebabkan minimnya kuota, melainkan hasil seleksi sesuai jalur pendaftaran yang berlaku.
Plt Sekretaris Disdik Kota Tanjungpinang, Novi Perdana Wari, mengatakan pemerintah telah menetapkan Rencana Daya Tampung (RDT) sebanyak 3.488 kursi untuk jenjang SMP negeri yang tersebar di 15 sekolah.
Hingga saat ini, sebanyak 2.536 calon siswa telah dinyatakan lolos seleksi awal.
“Untuk SPMB 2026 ini sesuai juknis dan rencana daya tampung yang sudah kami miliki melalui SK Kepala Dinas, sebanyak 3.488 kursi untuk SMP. Kalau SD cenderung aman antara RDT dengan daya tampung,” katanya, Selasa (07/7/2026).
Ia menjelaskan, masih tersedia sekitar 952 kursi yang akan mengakomodasi calon siswa melalui empat jalur penerimaan. Karena itu, Disdik memastikan tidak ada persoalan kekurangan daya tampung di sekolah negeri.
“Tidak ada masalah sama sekali. Dari 3.488 daya tampung yang kami buka, sekitar 700 anak sudah mendaftar ke sekolah swasta, sehingga yang harus kami tampung di sekolah negeri hanya sekitar 2.900 siswa,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, calon siswa yang belum lolos pada tahap awal diperkirakan mencapai 300 orang.
Mayoritas penolakan terjadi pada jalur domisili karena jarak rumah dengan sekolah terlalu jauh, terutama di wilayah Tanjungpinang Timur yang memiliki kepadatan penduduk tinggi.
Selain itu, jalur prestasi juga menjadi penyumbang terbanyak calon siswa yang belum lolos karena proses seleksi dilakukan berdasarkan pemeringkatan sesuai kuota yang tersedia.
Saat ini Disdik tengah memetakan distribusi siswa yang belum diterima. Orang tua tidak perlu mendaftar ulang karena pihak sekolah akan menghubungi langsung calon siswa yang akan ditempatkan di sekolah yang masih memiliki kursi kosong.
“Orang tua yang anaknya belum diterima akan dihubungi langsung oleh sekolah. Kami berharap sebelum tahun ajaran baru dimulai seluruh siswa sudah mendapatkan kepastian tempat belajar,” tutupnya.











