RSUD Raja Ahmad Tabib Didampingi RSUP Hasan Sadikin, Gubernur Ansar Targetkan Tata Kelola Berstandar Nasional

Kepri, Pemerintahan721 Dilihat

Tanjungpinang, mejaredaksi – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau serius membenahi tata kelola rumah sakit daerah. Hal itu ditegaskan Gubernur Kepulauan Riau  Ansar Ahmad saat memimpin Rapat Koordinasi Persiapan Pendampingan Tata Kelola Rumah Sakit (TKRS) RSUD Raja Ahmad Tabib (RAT) oleh RSUP Hasan Sadikin Bandung, Sabtu (3/1/2026).

Rapat yang digelar di Kedai Kopi Batu 10, Tanjungpinang itu dihadiri Penjabat Sekretaris Daerah Kepri Luki Zaiman Prawira, Dewan Pengawas Rumah Sakit, Direktur RSUD Raja Ahmad Tabib dr. Bambang Utoyo, jajaran direksi, hingga pejabat struktural rumah sakit.

Dalam arahannya, Gubernur Ansar menegaskan pendampingan tersebut merupakan program langsung dari Menteri Kesehatan sebagai bentuk komitmen pemerintah pusat dalam mendorong rumah sakit daerah memiliki tata kelola yang profesional dan berstandar nasional.

“RSUP Hasan Sadikin telah ditetapkan sebagai rumah sakit pembina RSUD Raja Ahmad Tabib. Ini peluang besar untuk melakukan pembenahan secara menyeluruh, tidak setengah-setengah,” kata Ansar.

Ia mengungkapkan, komitmen tersebut dibuktikan dengan kunjungan langsung dirinya bersama Direktur RSUD Raja Ahmad Tabib ke RSUP Hasan Sadikin Bandung.

Dari pertemuan itu, manajemen RSUP Hasan Sadikin segera menugaskan tim pendamping untuk melakukan evaluasi menyeluruh di Tanjungpinang.

Pendampingan direncanakan berlangsung selama kurang lebih satu tahun, dengan fokus pada penguatan sistem manajemen, tata kelola rumah sakit, serta penyesuaian standar pelayanan.

Untuk mendukung proses tersebut, Gubernur meminta seluruh jajaran RSUD Raja Ahmad Tabib menyiapkan data dan dokumen yang diperlukan agar evaluasi berjalan objektif dan terukur.

“Dari situ kita bisa petakan apa yang lemah, apa yang harus dibenahi, lalu kita evaluasi secara fokus dan berkelanjutan,” jelasnya.

Meski menargetkan perbaikan tata kelola, Ansar menegaskan pelayanan kepada masyarakat tidak boleh terganggu.

“Target kita kejar, tapi pelayanan tetap nomor satu,” tegasnya.

Ke depan, Pemprov Kepri berharap RSUD Raja Ahmad Tabib dapat berkembang menjadi rumah sakit berbasis pendidikan (hospital base) dengan dukungan fasilitas dan bangunan tambahan, sekaligus menjadi pusat peningkatan kualitas sumber daya manusia kesehatan di Kepulauan Riau.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *