Tanjungpinang, mejaredaksi – Fenomena banjir rob kembali mewarnai kawasan pesisir Kota Tanjungpinang. Kali ini, objek wisata religi Vihara Dharma Sasana di kawasan Senggarang ikut terendam air laut akibat pasang surut, Kamis (8/1/2026).
Menariknya, genangan air laut yang merendam halaman vihara justru dimanfaatkan warga sekitar sebagai sarana rekreasi spontan. Anak-anak terlihat bermain air dengan riang, sementara para orang tua setia berjaga di pinggir—antara waspada dan pasrah karena ini bukan kejadian pertama.
Pantauan di lokasi, banjir rob yang datang hampir setiap tahun tersebut telah menjadi “agenda musiman” bagi sebagian warga. Ayu, warga Senggarang, mengaku sengaja membawa anak-anaknya untuk bermain air saat banjir rob melanda.
“Sudah jadi agenda tahunan. Anak-anak senang, orang tua tinggal awasi saja,” ujarnya sambil memperhatikan anaknya yang bermain di genangan air laut.
Tak hanya merendam area vihara, banjir rob juga menggenangi sejumlah rumah warga di wilayah pesisir Senggarang dan Kampung Bugis. Meski demikian, sebagian warga menganggap kondisi tersebut sebagai hal yang lumrah, mengingat kawasan tersebut memang langganan pasang air laut setiap tahunnya.
“Rumah saya tidak masuk air, tapi rumah warga yang dekat pesisir pasti terdampak,” tambah Ayu.
Hal senada disampaikan Ogen, warga Kampung Bugis, yang mengaku baru pertama kali membawa anaknya bermain ke area vihara saat banjir rob terjadi. Meski terkesan aman, ia tetap mengingatkan pentingnya pengawasan orang tua.
“Kalau diawasi aman. Yang perlu diwaspadai kalau anak-anak main terlalu dekat ke laut, karena langsung berhadapan dengan air terbuka,” katanya.






