Banjir Rob Awal 2026 Rendam Pesisir Tanjungpinang, Aktivitas Warga Terganggu Sejak Pagi

Peristiwa519 Dilihat

Tanjungpinang, mejaredaksi – Banjir rob kembali merendam sejumlah wilayah pesisir Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, pada awal tahun 2026. Fenomena pasang air laut ini terjadi sejak Minggu pagi (4/1/2026) dan merendam kawasan permukiman hingga akses jalan warga.

Pantauan di lapangan menunjukkan genangan air laut menguasai sejumlah titik, di antaranya Pelantar 2, Jalan Sungai Payung, hingga kawasan Lembah Purnama. Air laut mulai naik sejak pagi hari, membuat aktivitas warga berjalan ekstra hati-hati, bahkan sebelum sarapan.

Bagi warga pesisir, banjir rob bukan lagi kejutan. Yanti, seorang pedagang di kawasan Pelantar 2, menyebut peristiwa ini hampir selalu hadir di pergantian tahun.

“Sudah biasa kalau akhir atau awal tahun air naik. Yang repot itu kalau kendaraan mau masuk atau keluar, jalannya ketutup air,” ujarnya.

Menurut Yanti, ketinggian air laut tidak selalu sama. Umumnya setinggi mata kaki, namun bisa meningkat tergantung kondisi cuaca dan fase bulan. “Kadang di atas mata kaki juga. Tergantung bulan,” tambahnya.

Hal serupa disampaikan Sulaiman, seorang ojek pangkalan yang sehari-hari mangkal di kawasan tersebut. Ia mengaku genangan air sudah cukup tinggi sejak pagi.

“Paginya tinggi, di atas mata kaki. Biasanya siang sampai sore sudah mulai surut, baru aktivitas normal lagi,” katanya.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi pasang laut tinggi masih akan berlangsung selama sepekan, terhitung sejak 1 hingga 8 Januari 2026. Kondisi ini dipicu oleh kombinasi fenomena astronomi berupa fase perigee dan bulan purnama atau supermoon.

Prakirawan BMKG Tanjungpinang, Muhammad Fadris, menjelaskan fase perigee terjadi pada 2 Januari 2026, disusul supermoon pada 3 Januari 2026. Kombinasi keduanya berpotensi meningkatkan ketinggian maksimum muka air laut.

“Hasil pemantauan menunjukkan peluang terjadinya pasang laut tinggi di wilayah pesisir Pulau Bintan,” jelas Fadris.

Di Kota Tanjungpinang, wilayah yang berpotensi terdampak meliputi Kecamatan Tanjungpinang Kota, Tanjungpinang Barat, dan Bukit Bestari. Sementara di Kabupaten Bintan, kawasan rawan banjir rob mencakup Bintan Utara, Teluk Sebong, Bintan Timur, dan sekitarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *