Tanjungpinang, mejaredaksi – Banjir rob kembali melanda wilayah pesisir Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Kamis (2/1/2025). Fenomena ini membuat sejumlah permukiman warga tergenang air, mengundang kekhawatiran masyarakat akan potensi banjir yang lebih parah.
Di Jalan Lembah Purnama, banjir mulai meninggi sejak pukul 10.00 WIB. Pantauan di lokasi menunjukkan genangan air mencapai ketinggian di atas mata kaki orang dewasa.
Salah satu titik terdampak adalah halaman Posyandu Bunga Rampai 1, yang berada di Gang Selayar, ikut terendam akibat luapan air laut.
“Jam 10 pagi tadi sudah mulai naik. Memang tidak terlalu tinggi, tapi kami was-was takutnya air masuk rumah,” ujar Ali, warga sekitar.
Menurut Ali, banjir rob kali ini lebih tinggi dibandingkan hari-hari sebelumnya. Ia memprediksi kondisi ini akan berlangsung selama beberapa hari ke depan. Kekhawatiran semakin meningkat jika hujan deras turun bersamaan dengan naiknya air laut.
“Kalau hujan, airnya pasti lebih tinggi dan bisa langsung masuk rumah. Selain itu, banjir rob ini juga sering membawa sampah ke darat, menambah beban warga untuk membersihkan lingkungan,” tambahnya.
Banjir rob merupakan fenomena yang sering terjadi di pesisir Tanjungpinang, terutama saat kondisi pasang laut maksimum.
Warga berharap pemerintah setempat segera mengambil langkah untuk mengurangi dampaknya, seperti memperbaiki saluran air dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya banjir rob.
Kondisi ini mengingatkan pentingnya upaya mitigasi yang terintegrasi, khususnya di kawasan pesisir, untuk melindungi warga dari ancaman banjir rob yang semakin sering terjadi.
Penulis: Ismail | Editor: Andri






