Tanjungpinang,mejaredaksi – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Tanjungpinang menggelar razia di kawasan Bintan Plaza (BP) Tanjungpinang, Sabtu (17/10/2026) malam.
Dalam operasi itu, seorang perempuan dinyatakan positif mengonsumsi ekstasi, petugas menemukan dua bong, dan sejumlah orang yang diduga terlibat aktivitas narkoba lari saat petugas tiba.
Operasi gabungan ini melibatkan Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Tanjungpinang, Satpol PP, POM AURI, dan POM AL. Sasarannya adalah kawasan yang terindikasi menjadi pusat aktivitas pengguna maupun pengedar narkotika.
Di BP Plaza, petugas memeriksa urine puluhan orang. Hasilnya, seorang perempuan berinisial S dinyatakan positif ekstasi. Ia diketahui baru tiba di Tanjungpinang dari Kota Batam. Petugas juga mendapati dua bong di area tersebut.
Empat orang yang tidak dapat menunjukkan identitas diri diserahkan kepada Satpol PP Tanjungpinang untuk ditindaklanjuti.
Begitu petugas tiba, beberapa orang yang diduga terlibat aktivitas narkoba langsung bergegas keluar kawasan. Petugas sempat mengejar, tetapi mereka berhasil lolos.
Kasat Narkoba Polresta Tanjungpinang, AKP Syofian Rida, menyebut operasi berjalan baik dan lancar berkat kerja sama seluruh instansi.
“Alhamdulillah kita sudah lakukan dengan baik dan lancar bersama teman-teman dari BNNK Tanjungpinang, Satpol PP, POM AURI, serta POM AL,” ujarnya, Minggu (18/10/2026).
Ia memastikan kasus perempuan yang positif itu akan ditelusuri lebih jauh, mulai dari sumber perolehan hingga waktu penggunaan.
Operasi ini, katanya, merupakan program prioritas Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto dan akan digelar rutin hingga Desember 2026. Petugas akan terus menyisir daerah rawan peredaran narkotika di Tanjungpinang.
Sementara itu, Kepala BNNK Tanjungpinang, Kombes Pol I Ketut Widiarta, menyambut baik operasi tersebut. Ia menyebut penindakan seperti ini akan diperkuat dan dimasifkan bersama ke depan.
Menurutnya, hasil operasi tergolong baik karena tidak ada temuan besar-besaran, yang menandakan pengaruh narkotika di Tanjungpinang dapat ditekan bila ditangani bersama.
BNNK juga akan melakukan asesmen lebih mendalam terhadap perempuan yang positif untuk menentukan apakah ia sekadar pengguna atau turut terlibat peredaran.
“Penanganan selanjutnya akan disesuaikan dengan aturan hukum yang berlaku,” katanya.
Menutup keterangannya, Ia berharap Tanjungpinang bersih dari narkoba.
“Kapolri yang baru ini sedang gencar-gencarnya melakukan penindakan narkotika di seluruh Indonesia. Ke depan kita akan bekerja lebih masif dan berkolaborasi untuk mengatasi persoalan ini. Kita ingin masyarakat Tanjungpinang aman dan bebas dari barang haram tersebut,” ungkapnya.






