Sekolah Rakyat Tanjungpinang Siap Beroperasi, Gedung Sementara Hanya Tampung 100 Siswa

Tanjungpinang, mejaredaksi – Harapan baru bagi anak putus sekolah di Tanjungpinang segera terwujud. Sekolah Rakyat (SR) Kota Tanjungpinang akan mulai beroperasi akhir September ini, memanfaatkan gedung bekas SMP Negeri 15 yang telah direnovasi.

Namun, di balik semangat tersebut, ada tantangan besar, gedung sementara ini hanya mampu menampung sebagian kecil dari anak-anak yang membutuhkan.

Gedung yang terletak di Jalan Borobudur ini hanya bisa menampung 100 siswa, terdiri dari dua rombongan belajar (rombel) tingkat SD, dua rombel SMP, dan satu rombel SMA.

Jumlah ini jelas jauh dari ideal, mengingat setidaknya ada 900 anak putus sekolah di ibu kota Provinsi Kepri, sebagian besar karena masalah ekonomi.

“Hanya dapat menampung 100 orang siswa saja,” ujar Wakil Kepala Sekolah Rakyat Tanjungpinang, Heni Putri Ramadani, Kamis (18/9/2025).

Heni menambahkan, para siswa yang diterima harus mengikuti tes kesehatan gratis sebelum menjalani Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada 30 September mendatang.

Semua siswa juga diwajibkan tinggal di asrama yang telah disediakan, sebuah kebijakan yang bertujuan untuk memastikan fokus mereka pada pendidikan. Sekolah ini akan didukung oleh 19 guru, di mana 15 di antaranya berasal dari luar Kepulauan Riau.

Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, menjelaskan bahwa pemanfaatan gedung bekas SMPN 15 ini merupakan solusi sementara sambil menunggu pembangunan gedung permanen di kawasan Madong.

Gedung yang akan dibangun di Madong nantinya dirancang untuk menampung hingga 1.000 pelajar dengan fasilitas asrama yang memadai.

“Ini upaya memanfaatkan program Sekolah Rakyat. Nanti setelah bangunan di Madong selesai, bisa menampung anak-anak yang putus sekolah,” tegas Lis Darmansyah.

Dengan keterbatasan kapasitas saat ini, Sekolah Rakyat Tanjungpinang diharapkan dapat menjadi langkah awal yang strategis dalam mengatasi krisis pendidikan akibat persoalan ekonomi.

Program ini memberikan secercah harapan bagi ratusan anak putus sekolah untuk kembali meraih masa depan yang lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *