Tanjungpinang,mejaredaksi – Dinas Perhubungan (Dishub) Kepulauan Riau memastikan Dermaga Apung Tanjung Buton di Kabupaten Lingga telah kembali beroperasi setelah sebelumnya mengalami kendala teknis.
Kepala Dishub Kepri, Junaidi, menyampaikan bahwa kondisi dermaga saat ini sudah normal dan dapat digunakan seperti biasa.
Ia menegaskan, isu kerusakan yang sempat beredar telah ditindaklanjuti dengan pengecekan langsung di lapangan.
Menurutnya, gangguan yang terjadi bukanlah kerusakan permanen.
Hal itu disebabkan oleh pergeseran (slip) pada salah satu bagian dermaga, sehingga pada saat air laut pasang dan surut, posisi dermaga terlihat miring.
“Sudah kita cek, hanya ada bagian yang bergeser. Jadi saat pasang surut terlihat seperti miring, bukan rusak,” ujarnya, Senin (27/4/2026).
Ia juga menjelaskan bahwa perbaikan telah dilakukan oleh pihak kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut. Apalagi, dermaga apung itu masih dalam masa pemeliharaan, sehingga menjadi tanggung jawab penyedia jasa
.
“Sekarang kondisinya sudah kembali normal dan sudah dipakai lagi,” tambahnya.
Dermaga apung berbahan High Density Polyethylene (HDPE) yang berada di Pelabuhan Jagoh tersebut merupakan proyek yang dibiayai melalui APBD Kepri dengan nilai anggaran sekitar Rp2,7 miliar.
Fasilitas ini dilengkapi dengan ponton HDPE berukuran 9 x 4,5 meter, gangway sepanjang 13,5 meter dengan lebar 1,7 meter, serta trestle berukuran 4,5 x 3 meter, yang dirancang untuk menunjang aktivitas transportasi laut di wilayah Lingga.








