
Tanjungpinang, MR – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) menargetkan pada tahun 2023 ini pengeboran eksplorasi sebanyak 5 sumur di wilayah Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
Hal tersebut disampaikan Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagut, Rikky Rahmat Firdaus bersama Kepala Departemen Humas SKK Migas Sumbagut Yanin Kholison dan para Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) ketika audiensi bersama Gubernur Kepri Ansar Ahmad di ruang VIP Bandara, Jumat (27/1/2023).
Dikesempatan itu, Rikky Rahmat Firdaus memaparkan dari rencana kerja tahun 2022, pemboran KKKS wilayah Kepri direncanakan sebanyak 16 sumur eksploitasi dan terealisasi sebanyak 9 sumur.
“Sedangkan untuk tahun 2023, kita memiliki rencana sebanyak 5 sumur eksploitasi oleh KKKS Medco E&P Natuna LTD di wilayah Kepulauan Natuna,” paparnya.
Kemudian Rikky secara khusus meminta Gubernur Kepri Ansar agar bersedia membuka secara langsung Pra Forum Kapasitas Nasional Wilayah Sumbagut tahun 2023 yang akan dilangsungkan di Batam pada 14-15 Juni 2023.
“Mudah-mudahan Pak Gubernur dapat hadir membuka secara langsung acara tersebut. Dimana nantinya akan dilaksanakan pula Forum Kapasitas Nasional Indonesia pada 26-27 Juli 2023 di JHCC Jakarta,” jelasnya.
Sementara itu, Gubernur Kepri Ansar mengatakan, Pemprov Kepri sebagai bagian dari regulator, pada prinsipnya akan terus memberikan dukungan pada program kerja dan target SKK Migas Sumbagut, termasuk potensi-potensi migas di Kepri yang bisa dieksploitasi.
“Selain penambahan devisa, yang menjadi concern kita adalah trickle down effect pada masyarakat sekitarnya. Di mana perusahaan-perusahaan dengan dana CSR nya telah terbukti dapat membantu memenuhi sebagian kebutuhan dasar masyarakat di Kepri,” ujar Ansar.
Memang selama masa kepemimpinannya, Ansar terus mendorong perusahaan-perusahaan yang ada di Kepri untuk turut membantu Pemprov memenuhi kebutuhan dasar masyarakat seperti listrik dalam program “Kepri Terang” melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR).
“Setahun terakhir lebih kurang 7 ribu rumah tangga di seluruh Kabupaten Kota di Kepri sudah teraliri listrik. Utamanya di daerah hinterland. Selain dari APBD dan kerja sama PLN, peran perusahaan-perusahaan dalam bentuk dana CSR sebagai bantuan pemasangan baru turut mewujudkan hal itu,” pungkasnya. (Red)






