
Mantan Gubernur Kepri yang juga mantan Bupati Karimun dua periode Nurdin Basirun mengaku memiliki kedekatan secara personal dengan Ansar Ahmad. Baik di dalam organisasi, maupun sesama kepala daerah.
Nurdin mengaku memilki kenangan spesial bersama Ansar. Ketika dilantik sebagai Wakil Bupati Kepulauan Riau (sekarang Bintan) mendampingi Huzrin Hood tahun 2021, Nurdin yang hadir dalam pelantikan memakai topi kepala daerah yang saat itu dikenakan Ansar.
“Waktu itu saya masih ngalur ngidul. Topi Pak Ansar itu saya pakai. Teman-teman ada yang nyeletuk, nanti abang jadi bupati. Itu sejarahnya,” kata Nurdin di sela menerima kunjungan Ansar dan Nyanyang Harris Pratama di kediamannya, di kawasan Bukit Senang, Kelurahan Tanjungbalai Kota, Kecamatan Karimun, Kabupaten Karimun, Selasa(3/9/2024) malam.
Kedekatan dengan Ansar itu disebut Nurdin terbangun terlebih karena mereka ketika itu bernaung di partai yang sama: Golkar.
“Kami sama-sama golkar, sama-sama bupati. Itu hubungan kami sudah sangat dekat sekali. Peristiwa topi Pak Ansar yang saya pakai waktu beliau dilantik itu saya rasa menggambarkan kedekatan kami,” imbuhnya.
Karena kedekatan itulah Nurdin tidak segan menitipkan harapan masyarakat Kepulauan Riau yang disampaikan kepada dirinya.
“Saya langsung sampaikan karena memang tak ada gab di antara kami. Baik di dalam organisasi maupun sebagai kepala daerah,” sebutnya lagi.
Dalam kesempatan itu juga, Nurdin mengenang Ansar Ahmad pernah menemuinya ketika dirinya tersandung kasus hukum.
“Waktu saya sekolah (di penjara), Pak Ansar menemui saya dan bilang akan melanjutkan program saya, program Gurindam 12. Saat ini memang saya lihat Gurindam 12 makin bedelau,” ungkapnya lagi.
Nurdin mengakui jika di kepemimpinan Ansar Ahmad banyak melanjutkan program yang ia jalankan saat memimpin Kepri.
“Malah beberapa program belum selesai di kepemimpinan saya, menjadi keunggulan Provinsi Kepulauan Riau. Saya berbicara tidak lebih kurang, tapi demikianlah yang ada di masyarakat,” ungkapnya.
Nurdin menilai pembangunan yang telah dilaksanakan Ansar Ahmad sudah baik. Mulai dari bidang ekonomi, infrastruktur, pendidikan, kesehatan, juga tenaga kerja.
“Tantangan Kepri cukup berat. Mudah-mudahan dapat dilanjutkan. Memang membangun itu tidak cukup satu dua tahun. Sepuluh tahun pun bahkan tak cukup juga,” tambahnya lagi.
Menyinggung kunjungan Ansar Ahmad bersama Nyanyang ke kediamannya Selasa malam, Nurdin mengaku sangat senang dan bahagia. Ia merasa sangat dihargai dan dihormati sebagai senior.
Kedatangan Ansar bersama Nyanyang dia sebut membuka harapan masyarakat.
“Saya yakin dan percaya, Ansar berkomitmen melanjutkan apa yang telah saya lakukan. Sebetulnya itu Yang saya harapkan,” imbuhnya. (*)
Penulis/Editor: Andri






