Karimun, mejaredaksi – Upaya pencarian korban kecelakaan laut akibat speedboat terbalik di perairan Kabupaten Karimun terus dilakukan oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Tanjungpinang. Hingga hari pertama operasi, satu korban masih dinyatakan hilang dan pencarian diperluas dengan melibatkan sejumlah unsur gabungan.
Kecelakaan laut tersebut terjadi, Rabu (7/1/2026) malam, sekitar pukul 23.00 WIB. Empat orang pemancing berangkat dari Pintu Air Kolong, Kecamatan Karimun, menggunakan speedboat bermesin 200 PK. Namun, bebrapa jam berselang atau tepatnya Kamis (8/1/2026) dinihari, sekaitar pukul 01.00 WIB, cuaca di perairan Karimun memburuk disertai gelombang tinggi.
Di tengah kondisi laut yang tidak bersahabat, mesin speedboat dilaporkan mati mendadak. Kapal kecil tersebut kemudian terbalik setelah dihantam gelombang, membuat seluruh penumpang tercebur ke laut.
Tiga korban atas nama Misran, Reski Febrianda, dan Supriyanto akhirnya berhasil ditemukan dalam kondisi selamat pada Kamis siang sekitar pukul 11.00 WIB oleh kapal KM Sempurna di sekitar perairan Pulau Pandan. Ketiganya kemudian dievakuasi oleh Satpolairud Polres Karimun.
Sementara itu, satu korban lainnya, Zainudin (33), hingga kini masih dalam pencarian.
Pelaksana Harian Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang, M. Fathur Rachman dalam keterangan pers mengatakan bahwa tim SAR gabungan telah melakukan penyisiran intensif sejak laporan diterima.
“Pada hari pertama operasi SAR, tim melakukan pencarian di sepanjang pesisir pantai (coastal searching) serta di sekitar Pulau Parit. Namun hingga pukul 17.30 WIB, korban belum ditemukan. Kendala utama yang kami hadapi adalah cuaca mendung disertai angin kencang dan gelombang yang cukup kuat,” ujar Fathur Rachman, Jumat (9/1/2025).
Ia menegaskan, operasi pencarian akan kembali dilanjutkan pada hari berikutnya dengan menyesuaikan kondisi cuaca dan memperluas area pencarian.
Operasi SAR ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari Kantor SAR Tanjungpinang, Pos SAR Tanjung Balai Karimun, Polair Polres Karimun, Lanal Tanjung Balai Karimun, hingga masyarakat setempat.






