
TANJUNGPINANG, MR– Sehari setelah ditetapkan berstatus tanggap darurat, pasien positif Covid-19 di Kepri bertamanbah menjadi 4 pasien.
Pasien keempat adalah Laki-laki berusia 32 tahaun berasal dari luar Batam. Riwayat perjalanan pasien tersebut, melakukan perjalanan dari Malaysia, Prancis, dan Singapura.
Sebelumnya Plt Gubernur Kepri Isdianto menetapkan provinsi Kepri berstatus tanggap darurat, setelah ditemukannya 3 pasien Positif Covid-19, yaitu 1 di Tanjungpinang, 1 di Karimun, dan 1 di Batam.
“Saya umumkan mulai malam ini status Kepri masuk Tanggap Darurat,” katanya di Gedung Daerah, Kamis malam (18/3/2020).
Isdianto menyebutkan, dengan berstatus tanggap darurat masyarakat untuk tidak panik, bagi masyarakat Kepri untuk tidak keluar rumah jika tidak ada keperluan penting. Jika ingin keluar menggunakan masker dan berusaha untuk tidak berada ditempat kerumunan orang yang ramai.
“Dalam menangani ini perlu peran kita bersama untuk melakukan pencegahan,” sebutnya.
Selain itu juga, lanjutnya, membentuk gugus tugas penanganan Covid-19 dari provinsi maupun kabupaten tujuan adalah untuk mengawal dan memantau sehingga kita bisa mengambil langkah selanjutnya untuk melakukan pencegahan penanganan Pandemi Covid-19.
Pencegahan penyebaran virus Corona juga telah melakukan penyemprotan desinfektan di pelabuhan, angkutan umum, kantor dan tempat ibadah dan fasilitas umum lainnya.
“Semua penumpang yang masuk di pelabuhan dilakukan pengecekan. Jika ada yang dicurigai mengalami gejala akan dirujuk ke rumah sakit rujukan,” jelasnya.
Isdianto juga menanggapi terkait tes massal yang sudah jadi wacana pusat, hingga saat ini belum mendapat perintah dari pusat untuk melakukan tes massal.
Sejauh ini masih hanya melakukan karantina dulu terhadap orang yang melakukan kontak dengan pasien yang sudah positif.
“Kalau tes massal mungkin bisa saja dilakukan,” ujarnya.(red)












