
Tanjungpinang, MR – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Kepri mengalami kenaikan pasca Pandemi COVID-19.
Sebagaimana rilis BPS 6 Februari 2023, pertumbuhan ekonomi Kepri tahun 2022 tumbuh sebesar 5,09 persen, tercatat tertinggi dalam 7 tahun terakhir.
BPS mencatat ekonomi di Kepri mulai mengalami kenaikan pada tahun 2021, yakni sebesar 3,4 persen. Pertumbuhan ini tercatat meningkat seratus persen jika dibanding 2020.
Sebagaimana diketahui, perekonomian Kepri mengalami kontraksi -3,8 persen pada tahun pertama Pandemi COVID-19.
Secara regional, pertumbuhan ekonomi Kepri berada di peringkat ke-3 se Sumatera, berada di bawah Sumatera Selatan (5,23 persen) dan Jambi (5,13 persen).
Sedangkan secara nasional Kepri naik satu peringkat. Dari sebelumnya di urutan 19 pada tahun 2021, naik menjadi peringkat 18 di tahun 2022.
Mulai Menggeliat
Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Kepri, Luki Zaiman Prawira mengatakan, capaian angka pertumbuhan ekonomi di tahun 2022 menunjukkan ekonomi Kepri kembali menggeliat pasca Pandemi COVID-19.
“Ini semua tidak lepas dari strategi Gubernur Ansar dalam upaya pemulihan ekonomi,” kata Luki, Selasa (7/2).
Ekonomi Kepri dia sebut tidak hanya pulih, tetapi melejit pasca Pandemi COVID-19 dan tidak menentunya kondisi ekonomi dunia di tengah perang Rusia-Ukraina.
Meningkatnya ekonomi Kepri tahun 2022 dijelaskan Luki dipengaruhi 5 faktor. Yakni industri pengolahan dengan andil 1,91 persen.
Perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor memiliki andil 1,02 persen.
Konstruksi memiliki andil 1 persen, penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 0,65 persen. Transportasi dan pergudangan memiliki andil sebesar 0,53 persen.
Secara year on year, pertumbuhan ekonomi Kepri pada triwulan IV 2022 tumbuh 6,40 persen dibanding triwulan IV 2021.
Sedangkan secara Q to Q tumbuh sebesar 7,24 persen dibanding triwulan III tahun 2022. Akumulasi pertumbuhan ekonomi Kepri di tahun 2022 mencapai 5,09 persen.
Penulis/Editor : Andri






