Kasus ISPA Kepri Tembus 4.415, Batam dan Karimun Alami Lonjakan

Tanjungpinang,mejaredaksi – Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kepulauan Riau (Kepri) mengalami peningkatan dalam sepekan terakhir. Total kasus pada minggu ke-39 mencapai 4.415 kasus.

Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kepri tersebut merupakan rekapitulasi kasus dari tujuh kabupaten/kota selama minggu ke-33 hingga minggu ke-39. Pembaruan terakhir dilakukan pada 8 Oktober 2026.

Sekretaris Dinkes Kepri, dr Yosei Susanti, mengatakan Batam menjadi daerah dengan jumlah kasus ISPA terbanyak dibandingkan dengan wilayah lainnya.

Pada minggu ke-39, Batam mencatat 3.025 kasus. Jumlah itu naik 19,3 persen dibandingkan dengan pekan sebelumnya yang berada di angka 2.535 kasus.

“Batam mencatat 3.025 kasus, melonjak 19,3 persen dari 2.535 kasus pada pekan sebelumnya,” katanya,Kamis (08/10/2026).

Kenaikan cukup tajam juga terjadi di Kabupaten Karimun. Kasus ISPA di wilayah tersebut bertambah dari 182 kasus pada minggu ke-38 menjadi 249 kasus pada minggu ke-39 atau meningkat 36,8 persen.

“Karimun juga mencatat PM2,5 tertinggi di Kepri, yaitu 80,5 mikrogram per meter kubik,” ujarnya.

Sementara itu, Kota Tanjungpinang mencatat skor AQI 164 dengan konsentrasi PM2,5 sebesar 65 mikrogram per meter kubik. Meski kualitas udara berada dalam kategori tidak sehat, jumlah kasus ISPA justru mengalami penurunan.

Kasus ISPA di Tanjungpinang turun dari 237 kasus pada minggu ke-38 menjadi 217 kasus pada minggu ke-39 atau berkurang 8,4 persen.

Penurunan kasus juga terjadi di sejumlah daerah lainnya. Kabupaten Kepulauan Anambas mengalami penurunan paling besar, yakni 28,9 persen, dari 114 menjadi 81 kasus.

Kemudian Natuna turun 14,7 persen dari 191 menjadi 163 kasus. Kabupaten Lingga juga mengalami penurunan 6,8 persen dari 206 menjadi 192 kasus, sedangkan Bintan turun 2,2 persen dari 499 menjadi 488 kasus.

“Di Kepri, hanya Lingga satu-satunya daerah dengan kualitas udara kategori sedang, dengan skor AQI 96,” tutur Yosei.

Di tengah kondisi tersebut, Dinkes Kepri mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan perlindungan diri, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan.

Masyarakat yang berada di wilayah dengan nilai AQI di atas 100 dianjurkan menggunakan alat pelindung diri, termasuk masker, serta mengurangi aktivitas di luar rumah.

“Membatasi kegiatan di luar rumah, terutama bagi balita, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit penyerta,” kata Yosei.

Dinkes juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan gejala gangguan pernapasan. Warga diminta segera mendatangi puskesmas atau rumah sakit apabila mengalami demam, batuk berkepanjangan maupun sesak napas.

Data Dinkes Kepri juga menunjukkan secara keseluruhan kasus ISPA meningkat dari 3.964 kasus pada minggu ke-38 menjadi 4.415 kasus pada minggu ke-39.