Tanjungpinang, mejaredaksi – Capaian program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menunjukkan perkembangan berbeda di setiap kabupaten/kota. Dari tujuh daerah yang menjalankan program tersebut, Kota Tanjungpinang mencatat persentase realisasi paling rendah hingga Oktober 2026.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kepri, realisasi CKG di Tanjungpinang baru mencapai 23,6 persen. Angka tersebut berada di bawah enam kabupaten/kota lainnya yang juga melaksanakan program pemeriksaan kesehatan gratis dari pemerintah.
Kepala Dinkes Kepri, Yosei Susanti, mengatakan secara keseluruhan sebanyak 628.055 warga telah mengikuti program CKG di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan di Kepri.
Jumlah tersebut merupakan bagian dari target pemerintah yang membidik sebanyak 2,2 juta warga untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan gratis.
Dari tujuh kabupaten/kota di Kepri, Kabupaten Bintan mencatat persentase capaian tertinggi sebesar 43,3 persen. Selanjutnya Kabupaten Kepulauan Anambas mencapai 40,2 persen dan Kabupaten Lingga sebesar 38,3 persen.
Sementara Kabupaten Karimun mencatat capaian 28,7 persen, Kota Batam 25,6 persen, dan Kabupaten Natuna sebesar 24 persen.
Adapun Kota Tanjungpinang berada di urutan terakhir dengan realisasi 23,6 persen.
Berikut rincian capaian program Cek Kesehatan Gratis di tujuh kabupaten/kota di Provinsi Kepri hingga Oktober 2026:
- Kabupaten Bintan: 43,3 persen
- Kabupaten Kepulauan Anambas: 40,2 persen
- Kabupaten Lingga: 38,3 persen
- Kabupaten Karimun: 28,7 persen
- Kota Batam: 25,6 persen
- Kabupaten Natuna: 24 persen
- Kota Tanjungpinang: 23,6 persen
Yosei menjelaskan, rendahnya persentase capaian CKG di Tanjungpinang dipengaruhi kendala teknis dalam proses penginputan data ke sistem pelaporan pemerintah pusat.
Meski demikian, ia memastikan pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis di ibu kota Provinsi Kepri tersebut tetap berjalan dan dapat dimanfaatkan masyarakat.
“Bintan tertinggi sebesar 43,3 persen, lalu disusul Anambas 40,2 persen, Lingga 38,3 persen, dan Karimun 28,7 persen, Kota Batam 25,6 persen dan Natuna 24 persen,” kata Yosei, Rabu (4/11).
Menurut Yosei, program CKG merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Melalui program ini, berbagai potensi penyakit dapat dideteksi lebih dini, termasuk tuberkulosis (TBC) yang menjadi salah satu fokus pemeriksaan kesehatan terintegrasi.
Karena itu, Dinkes Kepri mengajak masyarakat untuk memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang tersedia di fasilitas kesehatan pemerintah.
Masyarakat cukup mendatangi Puskesmas terdekat untuk mengikuti pemeriksaan kesehatan, setidaknya satu kali dalam setahun.
“Warga tinggal datang ke Puskesmas terdekat untuk melakukan CKG,” pungkasnya.






