Tanjungpinang Pecahkan Rekor, 589 Rumah Tak Layak Huni Direhabilitasi Tahun Ini

Tanjungpinang,mejaredaksi – Pemerintah Kota Tanjungpinang mencatat rekor baru dalam program penanganan rumah tidak layak huni (RTLH).

Sepanjang 2026, sebanyak 589 rumah warga mendapat bantuan rehabilitasi, jumlah terbesar yang pernah diterima kota tersebut.

Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, mengatakan capaian itu merupakan hasil upaya pemerintah daerah memperjuangkan dukungan pemerintah pusat di tengah keterbatasan anggaran daerah.

“Alhamdulillah, tahun ini terbesar sepanjang sejarah kita mendapatkan bantuan rumah tidak layak huni, totalnya 589 rumah,” kata Lis, Selasa (14/7/2026).

Lis menjelaskan, Pemerintah Kota Tanjungpinang sebelumnya mengusulkan sekitar 1.000 unit RTLH kepada pemerintah pusat.

Langkah itu dilakukan karena kemampuan APBD belum mampu mengakomodasi seluruh kebutuhan perbaikan rumah masyarakat.

“Alokasi APBD kita kecil. Karena itu saya menghadap ke Kementerian Perumahan untuk meminta fasilitasi. Kebetulan data kita lengkap sehingga pengajuan lebih mudah,” ujarnya.

Dari usulan tersebut, pemerintah pusat menyetujui rehabilitasi 445 unit rumah. Sementara sisanya berasal dari berbagai program kementerian, yakni 31 unit dari Kementerian Sosial untuk keluarga yang anaknya bersekolah di Sekolah Rakyat, 100 unit dari Kementerian Kesehatan, lima unit dari Kementerian Pendidikan, serta dukungan melalui APBD Kota Tanjungpinang.

Menurut Lis, keberhasilan memperoleh alokasi bantuan terbesar tidak lepas dari kesiapan data yang dimiliki pemerintah daerah. Data yang lengkap dinilai mempermudah proses verifikasi hingga penetapan penerima bantuan oleh pemerintah pusat.

Program rehabilitasi RTLH tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas hunian masyarakat sekaligus memberikan lingkungan tempat tinggal yang lebih sehat, aman, dan layak bagi keluarga penerima manfaat.

Meski mencatat rekor tahun ini, Lis menegaskan pemerintah tidak akan berhenti memperjuangkan bantuan serupa. Ia menargetkan lebih banyak rumah warga dapat diperbaiki pada tahun mendatang.

“Mudah-mudahan tahun depan target sekitar seribu rumah yang kita usulkan bisa mendapatkan bantuan rehabilitasi,”tutupnya.