Tanjungpinang, mejaredaksi – Setelah sukses menembus dua juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada 2025, Pemerintah Provisi Kepri kini membidik 2,7 juta kunjungan wisman tahun 2026 sebagai langkah akselerasi pariwisata daerah.
Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad melalui Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Hasan, menyampaikan bahwa target tersebut realistis jika melihat tren pertumbuhan pariwisata sepanjang 2025.
Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri periode Januari–Desember 2025, jumlah kunjungan wisman mencapai 2.027.037 orang, tumbuh 21,59 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
“Capaian 2025 menjadi fondasi kuat bagi Kepri untuk melompat lebih tinggi di 2026. Target 2,7 juta wisman bukan sekadar angka, tetapi arah kebijakan pariwisata daerah,” ujar Hasan di Tanjungpinang, Selasa (3/2/2026).
Selain wisman, pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) juga turut memperkuat optimisme. Sepanjang 2025, kunjungan wisnus mencapai 4.294.670 perjalanan, meningkat 22,99 persen dibandingkan 2024. Kondisi ini dinilai menciptakan ekosistem pariwisata yang lebih stabil dan berkelanjutan.
Hasan menjelaskan, lonjakan signifikan pada akhir tahun turut menjadi indikator kesiapan daerah. Pada Desember 2025, kunjungan wisman tercatat 247.024 kunjungan atau naik 56,97 persen, sementara Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang mencapai 56,96 persen. Angka tersebut mencerminkan meningkatnya minat wisatawan terhadap destinasi unggulan Kepri.
Untuk mengejar target 2026, Pemprov Kepri menyiapkan strategi berbasis event dan kualitas destinasi. Kepri ditetapkan sebagai tuan rumah nasional Wonderful Indonesia Wellness oleh Kementerian Pariwisata yang akan digelar di Pulau Bintan, meliputi wilayah Tanjungpinang dan Bintan.
Selain itu, dukungan Kharisma Event Nusantara (KEN) juga akan diperkuat melalui penyelenggaraan Jong Race Festival di Bintan dan Kenduri Seni Melayu di Batam, yang akan dilengkapi dengan berbagai supporting event seperti Penyengat Heritage serta Kepri International Art & Culture 2026.
“Event berskala nasional dan internasional menjadi kunci untuk menarik kunjungan wisman secara berkelanjutan. Dengan promosi yang terintegrasi dan peningkatan kualitas destinasi, kami optimistis target 2,7 juta wisman dapat tercapai,” jelas Hasan.
Tak hanya berdampak pada jumlah kunjungan, target tersebut juga diharapkan mendorong kontribusi ekonomi yang lebih besar. Sepanjang 2025, pengeluaran wisatawan di Kepri mencapai Rp22,6 triliun, dan angka ini diproyeksikan meningkat seiring kenaikan kunjungan pada 2026.
“Pariwisata tidak hanya soal kunjungan, tetapi tentang efek berganda bagi ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Kepri,” tutup Hasan.








